DOA UNTUK MINTA HUJAN BERHENTI

Banjir 02

DOA UNTUK MINTA HUJAN SECUKUPNYA SAJA
oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Selama ini umunya kita hanya mengetahui shalat istisqo yaitu shalat minta hujan. Sedangkan jika terjadi banjir seperti sekarang ini di Jakarta dan beberapa daerah lain di negeri kita, jalanan tergenang dan sawah sawah terendam, mungkin sebagian kita belum tahu doa untuk minta agar diberi hujan sekadarnya saja. Maka berikut ini adalah hadits yang menceritakan adanya doa minta agar hujan sekadarnya saja.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar telah menceritakan kepada kami Mu’tamir dari ‘Ubaidullah dari Tsabit dari Anas bin Malik berkata, “Ketika Nabi s.a.w.berkhutbah pada hari Jum’at, lalu orang-orang berdiri dan berseru, “Wahai Rasulullah, hujan sudah tidak turun hingga pepohonan memerah dan hewan-hewan banyak yang mati. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!” Beliau lalu berdoa: “Allahumasqiina (Ya Allah, berilah kami air hujan).” Dua kali. Demi Allah, sebelumnya kami tidak melihat ada awan yang tipis sekalipun hingga muncul awan tebal, kemudian hujan pun turun. Setelah itu beliau turun dari mimbar dan melaksanakan shalat. Setelah selesai, hujan masih terus turun bahkan hingga Jum’at berikutnya. Maka ketika Nabi s.a.w.  berdiri menyampaikan khutbah, orang-orang kembali berseru kepada beliau: “Rumah-rumah telah hancur, jalan-jalan terputus, berdo’alah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!” Nabi s.a.w. lalu tersenyum seraya berdoa: ” ALLAHUMMA HAWALAINA WA LAA ‘ALAINA (Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami).” Maka Madinah menjadi terang kembali dan hujan hanya turun di sekitarnya, bahkan tidak ada hujan setetespun di Madinah. Kemudian aku melihat langit Madinah, dan nampak hujan hanya turun disekitarnya.” (H.R.  Bukhari No. 965 dan Nasa’i 1510)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Syarik dari Anas bin Malik bahwa ada seorang memasuki masjid pada hari Jum’at dari pintu yang menghadap Darul Qadla’ (rumah ‘Umar bin Al Khaththab). Saat itu Rasulullah s.a.w. sedang berdiri menyampaikan khutbah, orang itu lalu berdiri menghadap Rasulullah seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah habis dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!” Anas bin Malik berkata, “Maka Rasulullah s.a.w. mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: “Allahumma ghitna Allahumma ghitna Allahumma ghitna )Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan).” Anas bin Malik melanjutkan, “Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun. Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar lalu turunlah hujan.” Anas bin Malik berkata, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian pada Jum’at berikutnya, ada seorang laki-laki masuk kembali dari pintu yang sama sementara Rasulullah s.a.w. sedang beridiri menyampaikan khutbahnya. Orang itu lalu berdiri menghadap beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan pun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!” Maka Rasulullah s.a.w. pun mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: ALLAHUMMA HAWALAINA WA LAA ‘ALAINA (Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami).ALLAHUMMA ‘ALAL  AKMI,WAL JIBALI, WADZDZOROBI,WALBUTHUUNI, AL AUDIYAHI WA MANAABITIL SYAJARI  (Ya Allah turunkanlah di atas bukit-bukit, dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan).” Anas bin Malik berkata, “Maka hujan pun berhenti. Lalu kami keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari.” Syarik berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik, ‘Apakah laki-laki tadi juga laki-laki yang pertama? ‘ Dia menjawab, ‘Aku tak tahu’.” (H.R. Bukhari No. 958 )

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil berkata, telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Al Mubarak berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Auza’i berkata, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah Al Anshari berkata, telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik berkata, “Di zaman Rasulullah s.a.w. manusia pernah terkena musibah paceklik kekeringan. Pada hari Jum’at ketika Nabi s.a.w. sedang memberikan khutbah, tiba-tiba seorang Arab badui berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo’alah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kita!” Anas bin Malik berkata, “Maka Rasulullah s.a.w. lalu berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangannya. Dan saat itu tidak sedikitpun ada awan di langit.” Anas bin Malik melanjutkan perkataannya, “Maka awan seperti gunung bergerak. Beliau belum lagi turun dari mimbarnya hingga aku melihat air hujan membasahi jenggotnya. Maka pada hari itu kami mendapatkan hujan hingga esok harinya dan lusa, hingga hari Jum’at berikutnya. Pada hari Jum’at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang lain berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo’alah kepada Allah untuk kami!” Rasulullah s.a.w. lalu berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangannya: ‘ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA ‘ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeling kami saja dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami) ‘. Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya ke langit, awan tersebut telah hilang. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, bahkan tidak mendapatkan sinar matahari selama satu bulan.” Anas bin Malik berkata, “Tidak ada satupun orang yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut.” (H.R. Bukhari No. 975 Muslim 1493)

Doa ini perlu disampaiakan pada masyarakat yang terkena musibah banjir dan agar para ulama dan imam imam masjid mengumandangkan doa ini di masjid masjid.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s