APAKAH DOSA ZINA DAPAT DIAMPUNI?

APAKAH DOSA ZINA DAPAT DIAMPUNI?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

 Image

Apakah dosa zina itu d ampuni oleh ALLAH? Jawaban adalah YA ia bisa melakukan taubat.  Jika taubatnya diterima oleh Allah SWT, maka YA dapat diampuni dosanya semuanya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah :

Katakanlah, Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dial-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar: 54)

Dari Abu Dzarr al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., meriwayatkannya dari Rabb-nya bahwa Allah berfirman (dalam hadits Qudsi) : Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa; maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian. (H.R. Muslim)

Abu Dzar r.a. berkata : Nabi SAW bersabda : ‘Telah datang kepadak u utusan Tuhanku dan memberitakan bahwa barang siapa yang mati dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun pasti masuk surga’. Lalu aku bertanya : ‘Meskipun ia berzina dan mencuri?’ Nabi SAW menjawab :’Meskipun ia berzina dan mencuri’. (H.R. Bukhari Muslim I/59 dalam kitab Alu’lu wal  Marjan)

Namun semua dosa di sini ada yang tak bisa diampuni yaitu dosa syirik (menyekutukan Allah dengan sesembahan yang lain)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S. 4 : 48)

Senada dengan ayat di atas dalam hadits dikatakan : dari Anas bin Malik r.a. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu sebanyak awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan seluas dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan (tidak syirik), maka Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, menurutnya hadits ini hasan shahih.”)

Pertanyaannya adalah apakah taubatnya itu diterima Allah? Hal itu kembali kepada hak Allah untuk menerima taubat itu atau tidak. Nah agar diterima taubatnya, haruslah taubatan nasuha (taubat yang sungguh2). Syarat taubat nasuha yang diterima adalah :

  1. Berangkat dari ilmu, dia mempelajari ayat-ayat Allah dan kemudian memahami keburukan dari perbuatannya sehingga membenarkan (tashdiq) dan mengimaninya sebagai sebuah perbuatan keji dan mungkar. Dengan cara ini Anda dianggap dulu belum nyadar atau belum tahu.

Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran ketidaktahuan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima tobatnya oleh Allah.” (Q.S.4 : 17-8).

“Sesungguhnya Tuhanmu mengampuni orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan (tidak tahu) lalu mereka bertobat” (Q.S. 16:119)

Sesungguhnya Allah memberikan kelebihan bagiku dengan memaafkan umatku dalam kesalahan yang tidak disengaja atau lupa dan dipaksa melakukannya (H.R. Ibnu Majah)

  1. Karena sudah meng-ilmu-i, dan memahami maka kini ia benar-benar menyesali perbuatannya. Terkadang ia benar-benar membenci dan menangis dalam sholatnya menyesali perbuatannya itu. Oleh karena itu Allah sangat mengapresiasi (memberi penghargaan lebih) atas air mata yang tumpah ketika menyesali dosa dalam kesendirian sholat di tengah malam.

Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (Q.S.  17:109). Nabi Muhammad SAW juga bersabda.”“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allâh sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allâh tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam”.(H.R. at-Tirmidzi, no. 1633, 2311; an-Nasâ‘i 6/12; Ahmad 2/505; al-Hâkim 4/260; Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 14/264).

  1. Dia berjanji tak akan mengulanginya lagi dan hal ini dibuktikan dengan menjauhi lingkungan atau situasi kondisi yang bisa membawa kembali ke arah perbuatan dosa itu. Jika kembali lagi dan tobat lagi lalu kembali lagi terus menerus demikian maka itu akan dianggap melecehkan Allah dan tidak akan diterima tobatnya.

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia.” (Q.S. 4: 31).

Allah memperingatkan kamu agar jangan mengulangi lagi kejadian seperti itu untuk selamanya jika kalian benar-benar orang yang beriman” (Q.S. 24:17)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. 3: 135)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (lagi),lalu  kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (Q.S. 4:137)

  1. Dia mengimbangi / menimpali dosanya (score negatif) dengan melakukan sebanyak-banyaknya ibadah dan amal sholeh (score positif) agar kelak timbangan kebaikannya melebihi amal buruknya.

Dirikanlah sholat di kedua tepi siang  dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya amal baik (hasanat) menghapuskan amal buruk (Sayyiaat). Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat” (Q.S. Hud : 114)

“..kemudian keburukan mereka Kami ganti menjadi kebaikan” (Q.S. Al A’raaf : :95)

iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka kebaikan itu akan menghapuskan keburukan itu …” (H.R. At Tirmidzi no. 1978, Ahmad V/153, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahiihul Jaami’ no. 97)

“Seorang lelaki terlanjur mencium wanita ajnabiy (bukan mahram), lalu ia datang kepada Nabi saw. memberitahu hal itu. Maka Allah menurunkan (firman-Nya): ‘Tegakkan sholat pada pagi dan sore, dan pada waktu malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus keburukan’. Maka orang itu bertanya: ‘Apakah hukum ini khusus untukku’? Jawab Nabi saw: ’Untuk semua umatku’ “. (H.R.Bukhari Muslim Alu’lu wal Marhan II/ 1758 )

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan, niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.” (H.R. Tirmidzi).

  1. Merahasiakan aibnya dan tidak membeberkan aibnya kepada orang lain. Jika Allah telah menutupi aibnya maka akan murka jika orang tsb justru membuka aibnya sendiri. Dan hal ini bisa menyebabkan tobatnya tidak diterima, karena dianggap melakukan perbuatan dosa secara terang-terangan.

Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan diampuni dosanya kecuali orang yang mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa) yaitu seorang yang melakukan perbuatan dosa di malam hari, kemudian Allah telah menutupi dosanya itu hingga pagi hari, tapi kemudian dia berkata : wahai fulan semalam saya berbuat ini dan berbuat itu. Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah tersebut.” (H.R. Bukhari Muslim)

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rahman bin Mahdi dan Abu Sa’id keduanya berkata; Telah bercerita kepada kami Za`idah dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair. Berkata Abu Sa’id telah bercerita kepada kami ‘Abdul Malik bin ‘Umair dari ‘Abdur Rahman bin Abu Laila dari Mu’adz bin Jabal berkata; Seseorang mendatangi Nabi s.a.w. lalu berkata; Wahai Rasulullah! Bagaimana menurut Tuan tentang seseorang yang bertemu dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya kemudian ia tidak menggauli istrinya kecuali pasti bermesraan dengan wanita asing itu, namun tidak ia tiduri. Berkata Mu’adz bin Jabal; Kemudian Allah AzzaWaJalla menurunkan ayat ini, “Tegakkanlah shalat di dua ujung siang dan sebagian malam sesungguhnya kebaikan-kebaikan menghapus kesalahan-kesalahan.” Berkata Mu’adz bin Jabal; Kemudian Rasulullah s.a.w.bersabda padanya; “Berwudhulah kemudian shalatlah.” Berkata Mu’adz bin Jabal; Saya bertanya; Wahai Rasulullah! Apa khusus untuk dia atau untuk seluruh kaum mu`minin. Rasulullah s.a.w. bersabda; “Untuk seluruh kaum mu`minin.” (H.R. Ahmad No. 21096)

30 thoughts on “APAKAH DOSA ZINA DAPAT DIAMPUNI?

  1. joko lanang says:

    tdk semudah itu diampuni. tdk cukup hanya dg bertaubat. org yg berdosa harus menderita utk menghapus dosa.

    • memang siapa yg jadi allohnya ?kalau saya meyakini Alloh Pasti mengampuni dosa hamba jika tobatnya sungguh2….kalau anda yakinya harus menderita dulu ya prasangka hamba ada pada prasangka hambanya…silahkan di nikmati…he

  2. aidir says:

    Melihat poin nmr (5.) Merahasiakan aibnya dan tidak membeberkan aibnya kepada orang lain. Jika Allah telah menutupi aibnya maka akan murka jika orang tsb justru membuka aibnya sendiri. Dan hal ini bisa menyebabkan tobatnya tidak diterima, karena dianggap melakukan perbuatan dosa secara terang-terangan.

    Apa cara terbaik yang dapat kita lakukan untuk dapat menghapuskan dosa kita, kalau kita telah terlanjur cerita kepada orang lain?

    • Dwilan Agusaputra says:

      Bertaubat lagi atas kterlanjuran itu dan tidak mengulanginya lagi.
      Allah itu Maha Pengampun dan Penerima Taubat.

      Wallahu’allam.

  3. fitri says:

    jadi apa guna-a hukum cambuk dan hukum rajam….seharus-a d hukum dulu d dunia,baru tehapus dosa zina-a….

    • Kalau hukum cambuk itu hanya untuk pelaku zina Ghoir M?? Sorry lupa lagi yang artinya ( Belum menikah ) Kalau dirajam sampai ajalnya sperti cerita wanita yang telah melakukan zina disaat sesudah menikah , maka Rasulullah SAW akan mensholati nya sesudah ia meninggal … Yang paling parah sih pelaku Zina yang belum menikah , dicambuk hingga 100 Kali … Subhanallah apakah dosa nya bisa di ampuni ?? Jawaban nya iya , tetapi tidak cukup beristighfar dan taubatan tetapi dihukum dulu baru diampunkan dosanya … Begitu , eh apakah yang dihukum nya itu yang pelaku zina ( biasanya laki laki ya ) atau yang mengikuti perintah pelaku zina ?? (Biasa nya yang mengikuti perintah nya itu perempuan ) Menurutku sih dua duanya tapi … yang paling tepat itu pelaku zina …

      • Jika zina diketahui orang artinya dilakukan terang-terangan, atau yang bersangkutan mengaku kepada orang lain / hakim telah melakukan zina dan minta diadili, maka akan dikenakan hukum hudud (pidana). Maka yang dihukum adalah zina yang dilakukan terang-terangan. Adapun jika zina yang tersembunyi, tidak ada saksi, tidak bisa dihukum hudud kecuali yang bersangkutan / pelakunya datang minta dihukum.

        Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan diampuni dosanya kecuali orang yang mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa) yaitu seorang yang melakukan perbuatan dosa di malam hari, kemudian Allah telah menutupi dosanya itu hingga pagi hari, tapi kemudian dia berkata : wahai fulan semalam saya berbuat ini dan berbuat itu. Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah tersebut.” (H.R. Bukhari & Muslim)

        Dalam kasus wanita Ghamidiyah yang dihukum rajam itu karena ia atas kesadaran sendiri lapor kepada Rasulullah s.a.w. bahwa dirinya telah melakukan zina dan minta dirajam. Rasulullah s.a.w. sempat menyuruh ia pergi sampai 3 X namun tetap kembali lagi menemui Rasulullah s.a.w. minta dirajam. Maka kasus ini karena pelakunya datang sendiri minta dirajam.

        Dalam kasus lain, yang dihukum itu karena ketahuan orang lain dan dilaporkan. Maka ini termasuk perbuatan zina yang terang-terangan. Adapun jika diam-diam dan tidak ada yang tahu, maka hukum tidak bisa menjangkaunya dan apabila ia tidak bertaubat hukumannya diserahkan kepada Allah. Jika tidak dihukum di dunia akan mendapatkan hukuman di akhirat lebih mengerikan lagi. Oleh karena itu wanita ghamidiyah itu merasa lebih memilih dihukum rajam di dunia daripada nanti di akhirat lebih berat lagi siksanya.

  4. ardi says:

    Apakah seorang penzina dia bertaubat hingga akhi ajalnya,apakah dia masih merasakan neraka di akhir masa nanti karna perbuatanza di masalalu?

    • Allah SWT lebih mengetahui apakah taubatnya itu benar-benar taubatan nasuha atau tidak, dan hal itu pun tidak begitu saja karena Allah akan menguji dan ia pun harus membuktikkan taubatnya dengan perubahan sikap, perubahan perasaan, perubahan cara pikir dan perilaku. Manusia tidak bisa mengetahui apakah taubat seseorang itu diterima oleh Allah atau tidak karena ini adalah hak prerogatif Allah. Maka Allah SWT juga lebih mengetahui apakah seseorang ketika meninggal itu telah bersih dari segala dosa-dosa besar lainnya..dan apakah ia husnul khotimah (akhir yang baik) atau su’ul khotimah (akhir yang buruk). Demikian pula ketika ia telah meninggal, telah berhenti perhitungan skor amal nya namun doa dari keluarga, dari anak-anaknya yang sholeh/sholehah, lalu dari ilmu yang ia tinggalkan, dari shodaqoh jariyah yang pernah ia tunaikan semua itu masih memungkinkan menambah pundi pundi amalnya. Hingga perhitungan akhirnya adalah pada hari kiamat dan hari perhitungan nanti (yaumul hisab). Ini semua menentukan apakah ia masih merasakan neraka atau tidak di akhirat kelak. Wallahua’lam.

  5. Little Moon says:

    sahabat saya ada yg berzina😥 , lalu apa yang harus diperbuat sebelum ajal menjemput😥 ,tolong sahabat saya,mohon :’|

    • Lakukan taubat nasuha yaitu taubat yang sungguh-sungguh. Pertama ada rasa penyesalan dalam hati Dibuktikan dengan mmengakui apa yang diperbuat itu salah, merasa berdosa, lalu berjanji tidak mengulanginya lagi, berusaha melupakan dan tidak membayangkan karena membayangkan dan mengingat ingat lagi perbuatan itu termasuk bukti belum bertaubat. Apalagi jika menganggap kejadian itu sebagai memory indah. Jangan ceritakan kepada siapapun aib ini. Lalu segeralah shalat taubat, mohon ampun dan takutlah akan siksa Allah di akhirat kelak. bersujud dan menangis serta memohon diterima taubatnya pada Allah. Tutuppi kesalahan dengan ibadah, sedekah dan banyak berbuat baik. Dan terakhir, agar tidak terulang lagi, hijrah dari tempat yang tidak kondusif, tinggalkan teman yang buruk, tinggalkan tempat yang buruk, pergaulan yang buruk dan ganti dengan teman yang beriman. Wallahua’lam

  6. agustina says:

    Trimalah taubat ku,sesungguh nya engkau lah maha menerima taubat hamba hamba mu

  7. bhuu says:

    diampuni atau dosa dihapus itu Insya Alloh, tapi hukuman akan tetap diterima entah itu hukuman di dunia atau di akhirat kelak, jangan seenaknya berpikir “gua zina ah, ntar kan bisa taubat”

    • Sebagaimana di jelaskan dalam tulisan di atas Allah dan RasulNya telah menjelaskan. Maka selebihnya kita serahkan soal dihukum atau diterima taubatnya itu kepada Allah. Allah lebih tahu kesungguhan hambaNya dalam bertaubat. Yang berhak menghukum atau memberi taubat itu adalah Allah.

  8. Yani says:

    Bagaimana jika, bukan si pezinah yang menyebarkan aibnya sendiri, melainkan aib tersebut dibeberkan oleh orang lain?

    • Jika aib itu diketahui orang lain maka itu termasuk zina yang terang-terangan. Karena tidak mungkin bisa diketahui orang lain jika tidak dilakukan di tempat umum, atau mungkin dicerita-ceritakan pada orang lain.

      Jika yang membuka aib itu adalah pasangan nya atau orang yang sama-sama melakukan zina dengan Anda, maka itu termasuk membuka aib sendiri sehingga Allah akan menghukumnya baik di dunia maupun di akhirat. Seharusnya orang yang telah melakukan dosa zina termasuk yang terlibat di dalamnya segera bertaubat dan bukannya membuka aib seperti itu.

  9. BOY says:

    gw thn 2001 pernah zinah. gw sdh bertaubat dan gk pernah zinah lg. tp kok hdup gw sampai skrng ancur. gw tiap hari marah marah, gelisah, cemas dll. gw gampang sakit. gw juga sangat sulit dpt jodoh dan rejeki. pokok nya masa dpan suram.

  10. BOY says:

    tapi teman gw pernah zina, tp hdup dia enak punya bnyk mobil, rumah, motor, isteri cntik dll.

  11. rirl says:

    Apkah diterima sholat seseorang apbila bulan ini dia rajin sholat n bulan brktnya dia berzinah dan kemudian sholat lg dan setelah zinah dia sholat lg.

  12. merlin marlinda says:

    Saya sampai sekarang belum bisa memaafkan kesalahan suami dan selingkuhanya wlpun mereka sdh berkali2 meminta maaf,,, apakah saya berdosa karena berbuat seperti itu tks

  13. emiruk says:

    orang yg berbuat diosa besar sepeti derhaka kepada ibu bapa mencuri berzina makan duit rakyat bunuh orang mati tanpa bertaubat adakah allah akan ampuni dosa dia adakah dia akan masuk syurga… tolong jelaskan kepada sya yg jahil ni….asslammualikum

  14. Assalamu’alaikum wr.wb

    Saya mau nanya nih , apakah yang dihukum itu yang pelaku zina nya atau penerima perintah pelaku zina ?? Biasa nya yang pelaku zina itu laki laki dan penerima perintah itu perempuan , apakah zina Ghoir hukuman nya dicambuk 100 kali ?? Dicambuk nya bagaimana ?? Apakah cukup dicambuk saja apa memakai batu besar lalu dicambuk ?? Tolong dijawab ya seteteshidayah , soalnya saya ingin tahu hukuman dari zina Ghoir

  15. Saya sudah taubat karena saya telah melakukan dosa seperti tidak shalat atau yang lain , semoga diterima taubat kita dan tidak mendapat hukuman meskipun sudah taubat

  16. istri durjana says:

    aku telah mlakukan 2x zina besar dlm keadaan sadar.sejak itu aku mrasakan seakan2 rohku lepas dr jasadku.aku jadi gila karna dosaku itu,hdpku tdk tenang membayangkn klakuan bejatku.ktakutkn yg amat sangat apakah ALLAH SWT akan mengampuniku.aku takut siksa kubur takut wajahku hitam di yaumul hisab nnt.takutttttttt yg amat sangat.aku gila aku gil

  17. BOY says:

    dulu sekitar thn 1998 – 2001 saat saya kerja di perantauan. teman teman saya sering ngajak saya melacur, tp saya tdk pernah mau, krn saya tau itu dosa. tp stlh saya baru mengundurkan diri dari perusahaan dan nganggur, teman ada yg ngajak saya melacur saya langsung mau. apakah dosa saya bisa diampuni? yg bikin saya melacur krn saya pusing nyari wanita utk dinikahi tp gagal terus.

    • bintang says:

      Mas boy….
      Ikhlaskan dan berserah kepada allah
      Diampuni atw tidak itu hak allah…
      Cukup bagi kita beramal…memperbaiki ..rubah sikap dan tingkah laku jdi lebih baik…
      Curhat dan jujurlah dgn allah
      Niscaya dia akan memberikan hidayah kepada anda ..dgn cara indah.x krn allah maha pengampun dan penyayang………syukuri smua takdir baik dan buruk apapun yg terjadi tetap bersandar kepada allah swt…..

  18. Nor saripah says:

    Terima kasih segala informasi nya wasalam

  19. 462015 says:

    pertanyaan aja..jawapan satu pun tiada ni..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s