MISTERI DAJJAL (JILID 5)

APAKAH DAJJAL MUNCUL DARI SEGITIGA BERMUDA?

 Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Salah satu dalil yang digunakan Muhammad Isa Daud untuk menyatakan Dajjal akan muncul dari segitiga bermuda adalah Hadits mengenai Tamim Ad Dari sbb:

Dari Fathimah binti Qais berkata,”Aku mendengar suara seruan dari muadzin Rasulullah SAW untuk melaksanakan shalat maka aku pun berangkat ke masjid dan shalat bersama Rasulullah SAW. Aku shalat di shaff para wanita dibelakang kaum laki-laki. Ketika shalat sudah selesai, Rasulullah duduk diatas mimbar sambil tersenyum beliau bersabda,”Demi Allah sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim ad Dari yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasranai kini telah memeluk islam dan membaiatku.

 

Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang pernah aku katakan kepada kalian tentang Al-Masih Addajjal. Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau di tengah laut di daerah tempat terbenamnya matahari, Lalu mereka duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal.

Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat  sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.

Mereka berkata,”Celaka, dari jenis apakah kamu ini.” Ia menjawab,”Saya adalah al jassasah. Mereka bertanya,”Apakah al jassasah itu? (tanpa menjawab) ia berkata,”Wahai orang-orang pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!”

Tamim Ad Dari berkata,”Ketika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera memasuki biara tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.

Kami berkata,”Celaka, siapakah kamu ini?’ ia menjawab,”Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?’ Mereka menjawab,”Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi  badai  lalu kami terombang-ambing di tengah laut selama satu bulan dan terdamparlah kami di pulau ini.

Ia (laki-laki besar yang terikat itu) berkata,”Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada didaerah Baisan?” Kami berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?” Ia berkata,”Saya menanyakan apakah pohon-pohon korma itu telah berbuah?’ Kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Adapun pohon-pohon korma itu maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi.’

Kemudian ia berkata lagi,”Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberias.’ Mereka berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya? Ia bertanya,”Apakah ia tetap berair?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.’

Kemudian ia berkata lagi,’Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar.’ Mereka menjawab,’Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia bertanya,”Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?’ Kami menjawab,’benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.’

Lalu ia berkata lagi,’Beritakanlah kepadaku tentang nabi  yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat?’ Mereka menjawab, ’Dia telah keluar dari Mekah menuju Madinah.’ Lalu ia bertanya,’Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia bertanya,’Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?’ Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi) itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya.’ Lalu ia berkata,’Apakah itu semua telah terjadi?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah al masihuddajal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang di tangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan di setiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.

Ia (Fathimah, si perawi hadits) berkata,”Rasulullah SAW bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar : ”Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?’ Orang-orang (para sahabat) menjawab,”Benar.’ Beliau SAW berkata : Bukankah ia (tempat Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman? Dimana Rasulullah SAW mengisayaratkan tangannya ke arah timur. Ia (Fathimah) berkata,”Hal ini saya hafalkan dari Rasulullah SAW.” (H.R. Muslim)

Jadi menurut hadit itu Rasulullah berkata bahwa Dajjal akan keluar dari arah Timur dari kedudukan beliau saat itu yaitu Madinah. Dan adapun pulau yang didatangi oleh Tamim ad Dari berada di Laut Arab, dekat Yaman dan Bahrain (Timur Jazirah Arab). Jika Dajjal muncul dari Segitiga Bermuda maka pasti Rasulullah SAW akan menunjuk ke arah Barat, karena segitiga berada di laut Atlantik yang letaknya sebelah Barat dari Jazirah Arabia.

PENEMUAN MANUSKRIP MISTERIUS

Dalam masalah hal yang gaib, dimana tidak ada manusia yang memiliki data kecuali Allah dan RasulNya maka hendaknya kita tidak menyusun teori sendiri atau berspekulasi. Buku Dajjal muncul dari segitiga bermuda saya juga sudah baca. Penulis buku itu Muhammad Isa Daud adalah seorang wartawan Mesir mengaku mendasarkan teori nya pada beberapa Manuskrip kuno yang dahulu dirampas dari umat Muslim dan kini berada di tangan seorang kolektor bangsawan Swedia. Jika memang benar manuskrip itu tersembunyi dari umat Islam, maka seharusnya Muhammad Isa Daud mengusahakan memotret seluruh naskah tsb dan disebarkan kepada seluruh ulama dan ahli hadits untuk ditakhrij hadits2nya. Sehingga kita semua bisa mengambil ilmu daripadanya. Namun dalam bukunya ia banyak mengutip manuskrip tsb, tanpa menjelaskan lebih lanjut keberadaaannya, sehingga sulit ilmuwan muslim lainnya untuk membenarkan bahwa manuskrip itu ada, walaupun kita juga tidak menutup kemungkinan bahwa itu benar adanya.

Untuk mengetahui siapakah Dajjal itu maka  ini termasuk perkara ghaib dimana tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Maka selayaknya kita tidak mengarang teori sendiri dan mendasarkan pada dongeng dari mulut ke mulut kecuali beriman pada firman Allah dan berita dari RasulNya, penjelasan sahabat Nabi sebagai orang yang mendengar langsung dari Nabi, keterangan para Tabi’in, riwayat Tabiit Tabi’in dan perkataan salafus sholeh.

LAMANYA DAJJAL DI BUMI DAN KECEPATAN GERAKNYA

Ia akan tinggal dan berjalan di bumi selama 40 hari. Sehari bagaikan setahun, setahun bagaikan sebulan, dan sehari bagaikan satu jum’at. Kemudian seluruh hari-harinya seperti harimu ini. (H.R. Muslim)

Dari Anas bin Malik r.a berkata Nabi SAW bersabda : “Tiada suatu negeri melainkan akan didatangi oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, tiada suatu dari pintu-pintunya (kedua kota tsb) melainkan dijaga oleh malaikat yang berbaris, kemudian Madinah bergerak tiga kali (tsuma tarjufu Madinah bi ahlihaa talaatsa rajafaat) maka keluar dari padanya tiap orang kafir dan munafiq” (H.R. Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II No. 1860)

Tanya kami; “Berapa lamakah Dajjal akan tinggal di bumi?”, jawab Rasullullah: “Selama empat puluh hari, satu hari sama seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang”. Tanya kami; “Ya Rasullullah, ketika sehari seperti setahun, cukupkah kalau kami solat seperti solat sekarang ?”, jawab Rasullullah; “Tidak” tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.(H.R Muslim)

Ada yang mengatakan bahwa berdasarkan hadits di atas totalnya adalah 1 tahun + 1 bulan + 7 hari dan sisanya (40-3) hari = 37 hari jadi totalnya 1 tahun, 2 bulan, 2 minggu

An Nawas bin Sam’an r.a. berkata : bahwa pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan tentang Dajjal. Kami bertanya : Ya Rasulullah bagaimana kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi? Nabi menjawab : Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengimaninya lalu dengan segera kaum itu percaya (H.R. Muslim)

Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : Dajjal akan keluar pada umatku maka tinggal penjahat penjahat manusia dalam kecepatan burung (H.R. Muslim)

Jelas dari hadits-hadits di atas, terdapat isyarat bahwa Dajjal akan didukung oleh teknologi yang canggih baik kendaraan maupun telekomunikasi.

 

RIWAYAT DUNIA HINGGA AKHIR JAMAN

Adalah sebuah kebahagiaan dan keberuntungan bagi umat Islam yang  memiliki khazanah yang berlimpah akan dalil dan keterangan mengenai riwayat dunia ini hingga akhir jaman, peristiwa demi peristiwa yang akan terjadi, serta tanda-tandanya.

Adapun perjalanan pergiliran kekuasaan di dunia ini berikut detil peristiwa demi peristiwa yang akan terjadi telah ditetapkan takdirnya oleh Allah SWT dan telah disingkap sebagian tabir rahasianya oleh Allah SWT melalui RasulNya Muhammad SAW.

Salah satunya adalah hadits Hudzaifah yang menanyakan mengenai pergiliran kekuasaan di bumi ini hingga akhir zaman :

Dari Nu’man bin Basyir ia berkata : Kami sedang duduk duduk di Masjid Rasulullah SAW, kemudian datang Abu Tsa’;abah berkata : Wahai Basyir bin Sa’d apakah kamu hafal hadits Rasulullah SAW tentangpara penguasa? Maka Hudzaifah tampil seraya berkata : “Aku hafal hadits nya”. Lalu Abu Tsa’labah duduk mendengarkan Hudzaifah berkata : “Rasulullah SAW bersabda : muncul kenabian di tengah-tengah kamu selama masa yang dikehendaki Allah lalu Dia akan mencabutnya ketia Dia menghendakinya. Lalu akan muncul khilafah sesuai dengan sistem kenabian (khilfatan alaa minhaji nubuwwah) selama masa yang dikehendaki Allah, kemudian Dia akan mencabutnya ketika Dia menghendakinya. Kemudian akan muncul masa kekuasaan Raja-Raja yang mengigit (Malikan Adhon) selama masa yang dikehendaki Allah lalu Dia akan mencabutnya ketika Dia menghendakinya. Kemudian akan muncul masa Raja-Raja yang diktator (Malikan Jabariyyah) selama masa yang dikehendaki Allah lalu Dia akan mencabutnya ketika Dia menghendakinya. Kemudian akan muncul lagi khilafah yang sesuai dengan sistem kenabian (khilfatan alaa minhaji nubuwwah) (HR. Ahmad IV/275, Abu Daud IV/211 dan Tirmidzi IV/503)

Maka Ibnu Hajar Asqolani ketika mensyarah hadits ini berkata : Periode khilafah rasyidah (khalifah yang mendapat petunjuk) dari mulai Abu Bakar hingga Hasan bin Ali (cucu Rasulullah) adalah yang dimaksud khilafatan alaa minhajin nubuwwah. Kemudian masa Bani Umayyah sampai Khalifah Utsmaniyyah adalah periode malikan adhon (Fathu Bari)

Periode “malikan adhon” berakhir ketika setelah Perang Dunia ke-1 kekhalifahan Turki Utsmaniy mengalami kekalahan dan terjadi kudeta oleh Kemal Pasha Attaturk pada tahun 1924, yang menghapuskan sistem kekhalifahan dan mendirikan Republik Sekuler. Sebagai gantinya berdirilah konsep nation state (negara-negara yang terpecah-pecah bedasarkan batas geografis yang ditetapkan oleh penjajah Barat). Maka sejak 1924 itu berlakulah masa kekuasaan Raja-Raja dan Presiden masing-masing negara. Inilah yang disebut dengan masa Malikan Jabariyyah. Dan kini kita berada pada periode tsb.

Untuk mengembalikan umat muslim ke dalam  persatuan khilafah, terlebih dahulu harus dibenahi pemahaman umat Islam yang terlanjur terkotak kotak oleh nation state bentukan penjajah Barat. Maka ketika segolongan umat Islam bersepakat untuk kembali menegakkan khilafah yang dilandasi hukum Allah, seluruh kekuatan sekuler dan pembela paham nation state (wathoniyyah) bangkit. Ibarat lonceng alarm, Yahudi dan pembela setianya yaitu Amerika pun bangkit mencegah muncul kembalinya persatuan Islam. Maka timbulah peperangan besar antara muslim dan Yahudi.

Seperti kita ketahui, biar bagaimanapun sampai saat ini sulit untuk menyatukan umat Islam. Jangankan untuk persatuan internasional. Untuk bersatu dalam satu negeri saja sulit. Terlebih lagi untuk membangkitkan semangat jihad umat Islam melawan Yahudi, walaupun sudah puluhan tahun Baitul Maqdis disandera dan Palestina dijajah Israel, tetap saja negara negara muslim yang  terdekat pun berdiam diri. Kalaupun ada aksi solidaritas, itu bukanlah dari pemerintahnya melainkan dari pribadi-pribadi atau organisasi tertentu. Apalagi mengharapkan kebangkitan seluruh umat Islam, masih jauh panggang dari api.

Maka kemungkinan besar yang bakal terjadi adalah umat Islam perlu suatu peristiwa besar yang dapat menggugah emosi dan rasa keislaman umat Islam. Peristiwa apa itu? Peristiwa ini haruslah peristiwa yang sangat luar biasa menggegerkan dunia Islam sehingga muslim yang paling preman sekalipun pun akan bangkit untuk membela Islam.

Peristiwa itu adalah :

1.    Hancurnya Baitul Maqdis atau masjidil Aqsha yang selama ini telah digali terowongan di bawahnya.Orang Yahudi berkeyakinan bahwa masjidil Aqsho yang sekarang ada, dibangun di atas reruntuhan Kuil Solomon (Istananya Nabi Sulaiman). Menurut sejarah, yang tersisa dari peninggalan Kuil Solomon hanyalah satu tembok yang sekarang disebut tembok ratapan. Maka umat Yahudi diwajibkan berziarah dan berdoa membaca kitab Taurat di tembok ratapan. Dengan keyakinan inilah, maka pemerintah Israel ketika berhasil menguasai Yerusalem, melakukan penggalian arkeologi untuk mencari peninggalan Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman tepat di bawah Masjidil Aqsha.

2.    Tidak cukup sampai di situ, setelah Masjidil Aqsho roboh, maka Madinah pun diserang oleh orang Kafir dan hancur.

Dari Mu’daz bin Jabal r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : setelah Baitul Maqdis hancur, Yatsrib (Madinah) hancur, setelah Yatsrib hancur terjadilah Malhamah Kubro, setelah terjadi Malhamah, Kontantinopel ditaklukan, setelah penaklukan Kontantinopel, muncullah Dajjal (H.R. Abu Daud)

Malhamah artinya adalah huru hara besar. Di sini bukan digunakan istilah harb (peperangan) maka kemungkinan yang dimaksud adalah kehebohan besar di kalangan umat Islam.

3.    Umat Islam memang terlalu lama terlena dalam perangkap sekularisme, dan dijajah oleh gaya hidup hedonis dan cinta dunia, maka lecutan ini masih belum cukup juga untuk membangkitkan dan menyatukan seluruh umat Islam. Maka sekali lagi terjadi peristiwa memilukan yang paling telak adalah diserangnya Ka’bah dan kota Mekah oleh kaum Kristiani dari Ethiopia. Peristiwa ini diramalkan oleh Rasulullah SAW

Dari Ali bin Abdullah dari Sufyan dari Ziyad bin Sa’ad dari Az-Zuhri dari Sa’id bin Musayyab dari Abu Hurairah r.a. bahwa dari Nabi SAW pernah bersabda : “Ka’bah akan dihancurkan oleh orang yang memiliki dua kaki tipiis yang berasal dari Habasyah (Ethiopia) (H.R. Bukhari)

Sebagaimana kita ketahui, sebagian besar Ethiopia sampai saat  ini adalah penganut Kristen Orthodoks. Namun jangan lupa Ethiopia adalah pusat Yahudi (disamping Mesir) yang dikenal sebagai keturunan Yahudi berkulit hitam dari jalur perkawinan Ratu Saba dan Nabi Sulaiman. Yahudi di Ethiopia ini adalah satu-satunya Yahudi berkulit hitam mirip seperti orang Afrika. Yahudi kulit hitam ini dijuluki Aliya. Yahudi Aliya inilah yang akan bergabung dengan Dajjal dan menyerang umat Islam. Militer Ethiopia juga sejak dahulu telah dilatih oleh Militer Israel dan terdapat pangkalan militer Israel di sini.

4.    Sebagian orang mengatakan bahwa ramalan hadits bahwa Ka’bah diserang oleh orang dari Ethiopia itu pernah terjadi dan sudah terpenuhi  ramalannya. Yaitu pada tahun 930 M Ka’bah pernah diserbu dan hajar aswad dicuri oleh Dinasti Qaramitian dari Bahrain. Hajar aswad pernah dicuri lalu berhasil direbut kembali dan dikembalikan lagi. Demikian pula Raja Abrahah yang menyerang Ka’bah saat kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Namun ia juga berasal dari Yaman dan bukan dari Ethiopia. Maka ramalan Rasulullah bahwa Mekah akan diserang oleh orang Habasyah ini belum terjadi.

Bersambung Jilid 6….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s