SEMUA ORANG MASUK ALAM KUBUR

SEMUA ORANG MASUK ALAM KUBUR

 Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Alam kubur adalah sekian banyak alam yang harus dilalui manusia. Pada awalnya manusia telah mengalami alam rahim, dan kini alam dunia. Maka setelah manusia mati ia akan berpindah kepada alam kubur atau alam barzakh. Maka mati itu sebenarnya hanyalah perpindahan dari alam dunia ke alam kubur, sebagaimana lahir adalah perpindahan dari alam rahim ke alam dunia.

Allah berfirman : Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat baik pada urusan yang aku tinggalkan, sekali-kali tidak (akan terjadi) itu hanyalah perkataaan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai mereka dibangkitkan (di hari kiamat)(Q.S. Al Mu’minuun [23] : 99-100)

Ayat di atas adalah salah satu dalil yang menyebutkan adanya alam kubur / alam barzakh. Pada ayat di atas juga disebutkan bahwa mereka berada di alam barzakh sampai hari kiamat.

“Dan sesiapa yang berpaling ingkar daripada ingatan dan petunjuk-Ku, maka sesungguhnya adalah kehidupan yang sempit, dan Kami akan himpunkan dia pada hari Kiamat dalam keadaan buta” (Q.S. Taha [20] : 124)

Menurut Abu Sa‘id al-Khudri dan Abdullah bin Mas‘ud  r.a. perkataan اكنض(yang sempit) adalah azab kubur.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : “Tahukah kalian kepada siapa ayat ini turun? Apakah kalian tahu apa yang dimaksud kehidupan yang sempit ? Para sahabat menjawab : Hanya Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasululah menjawab : Azab bagi orang-orang kafir di kubur” (H.R.Al HAdits)

Namun sebelumnya adalah kata maisyah yang artinya penghidupan / nafkah. Kami cenderung mengatakan yang disempitkan di sini adalah rezeki di dunia akibat banyaknya dosa.

Firman Allah Ta’ala, “Orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu!’ Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan.” (Q.S. Al-An’aam [6] : 93)

“Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (Q.S. At-Taubah [9] : 101)

Perkataan Kami siksa dua kali ini menunjukkan adanya siksa alam barzakh atau siksa kubur sebelum siksa di neraka akhirat.
PENDAPAT BAHWA ORANG SHALEH LANGSUNG MASUK SURGA

Ada yang berpendapat bahwa orang shaleh dan para syuhada langsung masuk ke surga dan tidak melalui alam barzakh dulu. Hal ini karena mengambil keumuman maksud berdasarkan ayat :

Hai jiwa yang tenang (Nafsul muthmainah) kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (Q.S. Al-Fajr [89] : 27-30)

Sepintas lalu ayat di atas mengesankan pengertian demikian, karena perkataan “kembalilah kepada Rabbmu” mengisyaratkan saat kematian. Sehingga ketika disambun dengan kata “masuklah ke dalam surga-Ku” mengesankan setelah kematian itu jiwa yang tenang yaitu jiwa orang-orang yang shaleh langsung masuk ke dalam surga.

Namun untuk memahami takwil suatu ayat salah satunya bisa ditinjau dari asbanun nuzulnya. Ayat di atas asbabun nuzulnya adalah sebagai berikut :

Asy-sya’bi berkata ada seorang sahabat Anshar yang menemui Nabi sambil menangis sesenggukan. Beliau SAW bertanya : “Mengapa engkau menangis?” Orang Anshar itu menjawab : Wahai Nabi Allah demi Allah yang tiada ilah selain Dia, engkau lebih aku cintai daripada cintaku kepada keluargaku dan hartaku. Demi Allah yang tiada ilah selain Dia engkau benar-benar lebih aku cintai daripada cintaku kepada diriku sendiri. Ketika aku bersama istriku aku ingat engkau lalu diapun menariikku begini namun aku selalu ingin melihat engkau. Tiba-tiba aku terfikir jika engkau meninggal dunia dan akupun meninggal maka saat itu aku sadar bahwa aku tidak bisa berkumpul dengan engkau kecuali di dunia saja. Engkau akan ditinggikan di antara para Nabi sedangkan aku sadar sekiranya pun aku masuk surga maka aku akan berada di tempat yang lebih rendah daripada Engkau. Maka Nabi SAW tidak menanggapi perkataan orang Anshar itu hingga turun ayat : Hai jiwa yang tenang (Nafsul muthmainah) kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (Q.S. Al-Fajr [89] : 27-30) (H.R.Muslim)

Dari hadits di atas kita mengetahui bahwa firman Allah “masuklah ke dalam surga-Ku” ini terjadi setelah semua orang ditetapkan surga atau neraka pada yaumil hisab (hari perhitungan), hal ini diketahui karena hadits orang Anshar itu mengatakan “sedangkan aku sadar sekiranya pun aku masuk surga maka aku akan berada di tempat yang lebih rendah daripada Engkau”. Dan sebagai jawaban pertanyaan inilah ayat tersebut diturunkan. Maka tidak benar orang yang berpendapat bahwa orang yang meninggal akan langsung ke surga.

Demikian pula, jika orang yang meninggal langsung ke surga atau neraka maka untuk apa pula ada 2X tiupan sangsakala dan untuk apa pada tiupan yang kedua itu orang dikumpulkan di padang mahsyar? Dan untuk apa dilakukan hisab (perhitungan)? Jika semua orang sudah terlebih dahulu meninggal itu telah ditetapkan masuk ke surga atau neraka, maka  apakah padang mahsyar dan yaumil hisab hanya untuk orang-orang yang tersisa hidup pada hari kiamat? Tentu saja tidak. Sesungguhnya pendapat seperti ini adalah bathil dan tidak didukung oleh nash Qur’an maupun hadits.

 

TIDAK ADA MANUSIA YANG MATI LANGSUNG KE AKHIRAT

Sehingga kita mendoakan orang yang mati agar diterima di sisiNya. Sistem kepercayaan agama lain selain Islam tidak jelas menyebutkan adanya alam kubur. Sebagian besar mengatakan bahwa orang yang mati akan langsung ke surga atau neraka. Sehinga kita sering mendengar “semoga di terima di sisiNya atau semoga diterima di surga. Padahal orang yang mati tidak langsung masuk di surga atau neraka.

Ada juga sih  beberapa kepercayaan yang meyakini manusia yang mati tidak langsung ke akhirat atau surga tapi mereka tetap saja tidak memiliki konsep adanya alam kubur. Misalnya :

  1. Meyakini bahwa manusia mati dibunuh sebetulnya belum saatnya mati, sehingga tidak langsung masuk surga, melainkan arwahnya gentayangan di bumi.
  2. Ada pula kepercayaan yang menyatakan bahwa jika manusia yang mati masih mempunyai urusan yang belum selesai di dunia, misalnya ada barangnya yang dizhalimi, ada bagian tubuhnya yang tertinggal (misalnya karena mutilasi) dan lain-lain.
  3. Sementara Hindu dan Budha meyakini bila manusia selama hidupnya tidak baik, dia tidak bisa langsung ke nirwana melainkan bereinkarnasi, menjelma menjadi binatang.

Tidak terkecuali umat Islam pun banyak yang memiliki pemahaman seperti di atas, padahal hal dalam Islam hal ini tidaklah demikian.

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG TIDAK PERCAYA ALAM KUBUR

Beberapa orang berpendapat bahwa alam kubur itu tidak ada karena tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Pendapat ini jelas salah, karena sebetulnya alam kubur disebutkan di dalam Al-Qur’an.

“Mereka dinampakkan  kepada neraka pada waktu pagi dan petang (semasa berada dalam alam Barzakh) dan pada hari berlakunya kiamat (diperintahkan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan pengikut-pengikutnya ke dalam azab api neraka yang seberat-beratnya”. (Q.S. Al-Mu’min atau Al-Ghafir [40] : 46)

Sebagian ulama’ menjadikan ayat di atas sebagai dalil akan adanya azab kubur. Pendapat ini disepakati oleh Mujahid, ‘Akramah, Muqatil dan Muhammad bin Ka‘ab. Ayat di atas adalah dalil yang menunjukkan bahwa azab kubur itu ada di alam barzakh. (Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an, al-Qurtubi: 8/4415-4416) Sedangkan Ibnu Katsir Ad-Dimsyaqi menyatakan bahwa ayat di atas merupakan dalil adanya azab kubur di alam barzakh.

“Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan. (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim itu ada azab siksa selain daripada azab yang tersebut”.(Q.S. At-Thuur [52] : 45- 47)

Al-Qurtubi menjelaskan dalam tafsr nya bahwa “azab yang lain dari pada itu” adalah azab kubur. (At-Tazkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirat: 152 & Tafsir Al-Qurtubi: IX/4786).

“Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (hartabenda, anak pinak, pangkat dan pengaruh). Sehingga kamu masuk kubur. Jangan sekali-kali (bersikap demikian) kamu akan mengetahui kelak (akibatnya yang buruk semasa hendak mati)”. Sekali lagi (diingatkan): Jangan sekali-kali (kamu bersikap demikian! Kamu akan mengetahui kelak (akibatnya yang buruk pada hari Kiamat)!(Surah At-Takathur: 1-3)

Imam al-Qurtubi menyatakan bahawa surah ini mengandung perkataan-perkataan tentang azab kubur. (Kitab At-Tadzkirah: 152 & Al-Qurthubi: X/5540-5541)

Dalam beberapa Hadits juga Menunjukkan adanya Azab Kubur

Aisyah r.a. berkata : seorang perempuan Yahudi masuk menemuinya lalu menyebutkan adzab kubur dan berkata Semoga Allah melindungimu dari Adzab kubur. Setelah itu Aisyah bertanya pada Rasulullah tentang Adzab kubur lalu Beliau menjawab Ya Adzab kubur itu memang benar ada Aisyah menyatakan sejak itu saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW mengerjakan shalat melainkan beliau pasti meminta perlindungan dari adzab kubur (H.R. Bukhari)

DariAbi Ayyub Al Anshari r.a, : “Pada suatu hari Rasulullah SAW keluar setelah matahari terbenam. Lalu Beliau mendengar suara. Beliau SAW bersabda: “Mayat Yahudi itu diazab di dalam kuburnya” (H.R. Muslim dan Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s