WANITA PERPUNUK ONTA

WANITA PERPUNUK ONTA

Oleh : Abu Akmal Mubarok

 Image

Sebenarnya pemahaman manusia akan dalil Al-Qur’an maupun Hadits Nabi SAW tidak akan bisa terlepas dari penafsiran dan interpretasi otaknya. Bahkan kelompok zhahiriy (kelompok yang cenderung memaknai dalil sesuai arti harfiah/tekstual) yang seringkali menolak penafsuran atau takwil pun tidak bisa lepas dari menafsirkan suatu kalimat sesuai dengan daya tangkapnya, persangkaannya, dan wawasannya.

Sebagai contoh di Dumay kita jumpai tulisan2 yang menyebutkan bahwa wanita memakai jilbab seperti punuk unta akan masuk neraka. Dasarnya adalah hadits dari Abu Hurairah r.a. “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:

1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan,

2. Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (H.R. Muslim no. 2128)

Terkait hadits ini situs yang mengharamkan jilbab berpunuk itu dimuat lengkap plus foto punuk unta.

Pertama, setahu saya, kelompok tersebut termasuk yang berpendapat foto / gambar makhluk bernyawa haram namun dimuat jua foto makhluk bernyawa. Dan mereka mengecam Pendapat ulama yang membedakan lukisan dan fotografi. Mereka mengharamkan foto di facebook. (tapi kalau di KTP dan Passport katanya darurat).

Kedua, kelompok yang mengharamkan jilbab berpunuk ini katanya mereka anti takwil. Katanya  ayat atau hadits harus diterima begitu saja apa adanya namun kali ini ternyata mereka juga mentakwilkan atau menafsirkan sesuai prasangka dan imajinasi mereka.

Ketiga, siapa yang bisa memastikan apa yang dimaksud dengan punuk unta pada hadits tsb? Bagaimana beliau yakin bahwa yang dimaksud adalah wanita berjilbab yang rambutnya digulung di dalam jilbabnya sehingga menonjol seperti punuk unta?  Sehingga dengan semangatnya mereka berkata bahwa berjilbab saja masih bisa masuk neraka? Belum tentu orang lain memiliki  penafsrian yang sama. Mengapa mesti penafsiran mereka saja yang benar?  Bisa jadi akan lebih tepat jika kita lihat hadits lain. Bisa saja mungkin yang dimaksud hadits itu adalah wanita yang menyambung rambutnya. Karena memang Islam mengharamkan wanita menyambung rambut. Beberapa adat bangsa tertentu, memiliki tradisi rambut cemara yang panjang itu digulung ke atas seperti menara pagoda. Mungkin saja inilah yang dimaksud diharamkan oleh hadits itu.

Keempat, jika hal itu haram, bagaimana dengan wanita yang memang berambut panjang? Apakah ia harus mengurai rambutnya sampai pinggang? Padahal ia harus menutup aurat dengan memakai kerudung? Ataukah ia harus menggulung rambutnya ke leher mereka supaya tidak menonjol seperti punuk unta? Bagi yang kerudungnya abaya (besar) sampai menutup seluruh tubuh maka tidak masalah mungkin jika rambutnya digerai saja di balik kerudungnya.

Kelima, lalu bagaimana dengan point satu pada hadits di atas “kaum yang memiliki cambuk ekor sapi?” Kenapa tidak sekalian ditafsirkan sebagai orang madura yang senang pertandiangan karapan sapi? Atau para kusir kuda dan dokar yang memegang cambuk?

Tidakkah ini prasangka saja yang berlebihan? Akibat terlalu semangat menjcari-cari celah kesalahan apa lagi ya yang bisa ditimpakan pada umat ini? Seolah-olah semakin banyak penemuan-penemuan bid’ah umat ini berarti semkin tinggi derajat keimnanan dia? Seakan-akan semakin jauh jarak antara KAMI dan MEREKA,  semakin jauh jarak antara yang paham (atau merasa paling paham) dengan ahlul bid’ah itu (sebutan untuk umat Islam di luar kelompok tsb) maka semakin tinggilah kedudukan di mata Allah?

Jadi siapa sebenarnya maksud wanita berpunuk onta itu? Jangan mengikuti orang jaman sekarang yang tidak tahu masalah dan tidak tahu latar belakang munculnya hadits tsb sehingga mengira-ngira dengan prasangkanya sendiri. Punuk onta di situ bahasa arabnya menggunakan istilah kasiyatun ariyatun Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, 9/240  menjelaskan hadis diatas mengandung beberapa makna , antara lain :

1. Wanita yang mendapat nikmat Allah Jalla Wa’ala namun enggan bersyukur kepadaNya.

2. Wanita yang mengenakan pakaian namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepadaNya.

3. Wanita yang tidak menutup auratnya dengan sengaja.

wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna)…. Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)

Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275) wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)

Jadi maknanya ternyata jauh banget dengan makna harfiah punuk onta atau seperti rumah keong. Terkadang makna itu tidak bisa dilihat dari zhahir teksnya saja. Karena tiap bangsa dan tiap peradaban punya perumpamaan dan istilah sendiri. Coba Andaikan Nabi diturunkan dari orang melayu, lalu keluar hadits “katak dalam tempurung” kira-kira orang Arab mendengar hadits itu lalu diartikan secara harfiah akan jadi apa maknanya? Wallahua’lam

3 thoughts on “WANITA PERPUNUK ONTA

  1. Muslim Jusuf says:

    Menarik… sy sudah cek teks hadist, ternyata “punuk unta” itu bukan penafsiran tp memang asli teksnya spt itu, berikut sy kutip sebagian dg arti masing2 kata:
    كاسيات عاريات = perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang,
    مائلات مميلات = cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan.
    رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة = Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok.

    Jadi arti punuk unta bukan “penafsiran” dr “kasiyatun aariyatun”

    Mohon koreksi bila salah… segera email sy karena sy pun takut kpd ALLAH
    wallaahu’alam

  2. Kalo menurut saya “terlihat menonjol/tonjolanya seperti punuk unta”sprti pakai pakaian tipis meskipun berjilbab.

  3. Bagi mereka yang ragu-ragu tentunya perlu berhati hati, dan mengambil jalannya yang aman dan tidak menimbulkan keraguan. Tentunya amal seseorang diterima atau tidaknya tergantung kepada sejauh mana ia dapat memahami dan meyakini apa yang dilakukannya. Karena kelak dihari pengadilan setiap orang akan ditanya “alasan” ia melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Berbeda pemahaman dan penafsiran suatu ayat/hadits bukan berarti ada penolakan terhadap ayat / hadits kemudian saling menyalahkan. Jika seseorang dipaksa mengikuti keyakinan orang lain, padahal di dalam hatinya ia tidak setuju, maka kelak hati, pendengaran dan penglihatannya akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT. Itulah sebabnya AlQuran mengatakan Laa ikraha fiddiin. Tidak ada paksaan dalam agama. Itulah juga sebabnya, doa rasulullah SAW untuk menjadikan umatnya umat yang satu tidak di ijabah oleh Allah SWT. Itulah sebabnya Allah SWT mengatakan dalam surah Al Kahfi, Qulillhaqqu min rabbikum, Katakanlah kebenaran itu adalah dari Tuhanmu.
    Setelah membaca hadits tersebut, maka otomatis akal pikiran saya memilah golongan yang kedua itu sebagai golongan para artis wanita yang banyak sekali adanya di kehidupan modern saat ini. Ciri-cirinya jelas disebutkan disitu berupa tiga ciri yang menjadi satu kesatuan (3 in 1, three in one) dari golongan yang kedua, sebagaimana disebutkan di hadits tersebut, yakni :
    1. Berpakaian tetapi telanjang.
    Bukankah benar mereka para artis itu berpakaian ketat, sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas seperti orang telanjang, ataupun berpakaian sangat tipis.
    2. Mereka cenderung kepada maksiat dan mengajak orang lain untuk bermaksiat.
    Bukankah benar mereka para artist itu adalah idola banyak orang. Idola artinya mereka akan ditiru oleh banyak orang yang mengidolakan mereka. Sehingga banyak orang yang kemudian mengikuti kecenderungan mereka pada kemaksiatan.
    3. Kepala mereka seperti punuk unta yang berlenggak-lenggok.
    Bukankah gerakan kepala mereka yang menari-nari naik turun ataupun bergerak ke kiri ke kanan, seperti bentuk punuk unta yang bentuknya berlenggak lenggok. (Atau jika ingin diartikan secara harfiah, boleh jadi bentuk rambut dikepala mereka yang dibuat seperti punuk unta sebagaimana bentuk rambut yang dibuat oleh para artis seperti lady gaga dan sebagainya, walaupun saya kurang sependapat dengan penafsiran harfiah ini). Jadi golongan yang kedua ini memiliki tiga ciri sekaligus (three in one), yakni : 1. berpakaian ketat atau tipis, 2. menjadi idola banyak orang, dan 3. kepalanya suka bergerak seperti bentuk punuk unta atau bentuk rambut kepalanya yang seperti punuk unta. Jadi hadits ini tidak ditujukan kepada para wanita muslimah yang berhijab. Karena tidak ditemukan ada perkataan soal hijab disitu. Lakukan lah sesuatu karena kita yakini itu benar. Selebihnya, Wallahu a’lam, qulilhaqqu min rabbikum, sesungguhnya kebenaran itu hanya Allah saja yang tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s