MAUKAH BERBAGI AIR ?

MAUKAH BERBAGI AIR ?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Saat ini negeri kita tengah dilanda musim kemarau yang cukup parah. Di beberapa daerah air bersih sudah benar-benar sulit didapatkan. Bahkan ada yang terpaksa mengambil air kubangan di lumpur atau sisa selokan sekadar untuk keperluan MCK

Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa orang yang masih dianugerahi Allah memancar air sumurnya lalu berbuat baik dengan memberikan air kepada tetangganya yang kekeringan, akan mendapat pahala yang besar.

Telah mengabarkan kepada kami Ziyad bin Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Amir dari Yahya bin Abu Al Hajjaj dari Sa’id Al Jurairi dari Tsumamah bin Hazn Al Qusyairi ia berkata, “Aku sedang berada di dalam rumah saat Utsman menampakkan kemuliannya kepada para sahabat, ia berkata, “Aku bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah s.a.w. datang ke Madinah dan tidak ada padanya air segar selain sumur di rumah-rumah, kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa membeli sumur rumah kemudian meletakkan padanya embernya bersama dengan ember orang-orang muslim (dipakai umum) dengan kebaikan darinya, maka ia akan berada dalam Surga.” (H.R. Nasa’i No. 3551)

Sikap inilah yang sudah jarang kita jumpai pada jaman sekarang. Dimana manusia sudah hidup masing-masing atau istilahnya loe-loe gue-gue. Ada orang yang seenaknya aja mencuci mobilnya yang 5 biji di garasinya dan air sisa cucian mobilnya mengalir ke jalan-jalan dan ke tetangga sebelah rumahnya. Padahal tetangganya yang miskin di kanan kirinya sudah kesulitan air. Dia bilang ini sumur-sumur gue, pompa juga pompa gue, yang bayar listrik juga gue, jadi terserah gue dong mau seberapa airnya, mau dipakai apa airnya.

Orang seperti ini lupa bahwa jauh di kedalaman tanah, air itu menyatu ibarat sungai dan lautan. Air di bawah rumah dia juga menyatu dengan air di bawah rumah-rumah tetangganya bahkan menyatu dengan air di seluruh wilayah tersebut. Jika ia menyedot dengan pompa, dan karena ia memiliki uang hingga mampu mengebor jauh di kedalaman dan menyedot air menggunakan pompa jet pump, sesungguhnya ia juga menyedot air-air yang ada di bawah tanah tetangganya bahkan air di bawah rumah-rumah penduduk lainnya. Coba seandainya air di bawah tanah itupun bisa disekat dan dipagari sesuai dengan batas pagar rumah masing-masing, maka bisa-bisa ia pun hanya kebagian sedikit air.

Adapun tetangganya yang miskin, mungkin tidak punya cukup uang  untuk mengebor sampai ke dalaman. Mungkin tetangganya hanya mampu menggali sumur sedlam 5-7 meter saja. Itupun ia mengambil air dengan timba karena tidak mampu membeli pompa. Kalaupun ia mampu membeli pompa, karena memang mengebornya kurang dalam, maka di musim kemarau sumur bor nya kering. Namun hakekatnya air yang disedot itu berasal dari milik bersama.

Maka jika orang menyadari hal ini, ia tidak akan berfikir egois dan mengira bahwa air dari pompanya adalah miliknya sendiri. Semoga tulisan ini dapat sedikit mengetuk hati kita bagi orang yang masih memiliki air di rumahnya di tengah-tengah orang banyak sulit mendapatkan air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s