PEMBAHASAN TUNTAS MASALAH QUNUT (JILID 1)

PEMBAHASAN TUNTAS MASALAH QUNUT (JILID 1)

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Perbedaan pendapat masalah membaca doa qunut pada rakaat kedua sholat subuh (atau sholat lainnya) adalah masalah klasik yang telah lama menjadi silang pendapat di tubuh kaum muslimin. Sebelum periode tahun 70’an perbedaan pendapat dalam masalah qunut ini mungkin masih menjadi masalah serius di Indonesia, sehingga orang mungkin bagi yang mempraktekkan qunut tidak mau sholat di masjid yang tidak membaca qunut. Namun saat ini masalah ini sudah mereda dan kaum muslimin telah banyak menghormati perbedaan pendapat dalam masalah qunut ini. Saya yakin banyak sekali tulisan yang telah membahas masalah ini dan jauh lebih komperhensif pembahasannya. Namun untuk menjawab pertanyaan saudara kita yang menanyakan masalah qunut ini baiklah kami coba untuk membahas kembali masalah ini.

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah s.a.w. Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Witir

  1. Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin Ibrahim, telah menceritakan kepada Kami Telah menceritakan kepada Kami Musa bin Isma’il, telah menceritakan kepada Kami Hammad dari Hisyam bin ‘Amr Al Fazari dari Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari Ali bin Abu Thalib r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. di akhir shalat witirnya membaca: “Allahuma inni a’uudzu biridhaaka min sakhatika wa bimu’aafatik, min ‘uquubatik, wa a’uudzu bika minka laa ushii tsanaa-an ‘laaik, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.” (Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaanMU dari murkaMu dan kepada ampunanMu dari adzabMu, dan aku berlindung kepadaMu dariMu, aku tidak dapat menghitung pujian kepadaMu, Engkau sebagaimana yang telah Engkau puji diri-Mu). (H.R. Abu Daud No. 1215). Nashiruddin Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.
  2. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Abu Al Khaura’ As Sa’di dia berkata, Al Hasan bin Ali r.a. berkata, Rasulullah S.a.w.mengajariku beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yaitu ALLAHUMMAHDINI FIIMAN HADAIT, WA’AAFINI FIIMAN ‘AFAIT, WATAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT, WABAARIK LII FIIMA A’THAIT, WAQINII SYARRAMA QADLAIT, FAINNAKA TAQDLI WALAA YUQDLA ‘ALAIK, WAINNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT, TABAARAKTA RABBANA WATA’AALAIT. (H.R. Tirmidzi No. 426)  Nashiruddin Al-Albani mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.

Abu Isa (Tirmidzi) berkata, ini adalah hadits hasan, kami tidak mengetahui (jalur periwayatannya) selain dari jalur ini, dari hadits Abu Al Khaura’ As Sa’di dan namanya adalah Rabi’ah bin Syaiban, kami juga tidak mengetahui dari Nabi s.a.w.riwayat qunut witir yang lebih bagus dari ini. Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih.

  1. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Abu Al Haura` dari Al Hasan bin Ali r.a. ia berkata, “Kakekku, Rasulullah s.a.w. mengajariku beberapa kalimat yang aku baca ketika qunut dalam shalat witir; ALLAHUMMA ‘AAFANI FIIMAN ‘AAFAITA WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAITA WAH DINII FIIMAN HADAITA WAQINII MAA QADLAITA WA BAARIKLII FIIMAA A’THAITA INNAKA TAQDLII WA LAA YUQDLAA ‘ALAIKA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAA LAITA SUBHAANAKA RABBANAA TABAARAKTA WA TA’AALAIKA”. (H.R. Ibnu Majah No. 1168) Nashiruddin Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil mengatakan hadits ini shahih.
  2. Telah menceritakan kepada Kami Qutaibah bin Sa’id dan Ahmad bin Jawwas Al Hanafi mereka berkata; telah menceritakan kepada Kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Abu Al Haura`, ia berkata; telah berkata Al Hasan bin Ali r.a. : “Rasulullah s.a.w. telah mengajarkan kepada beberapa kalimat yang aku ucapkan ketika melakukan witir. Ibnu Hawwas berkata; ketika melakukan qunut witir yaitu; ALLAAHUMMAH DINII FIIMAN HADAIT, WA ‘AAFINII FIIMAN TAWALLAIT, WA BAARIK LII FIIMAA A’THAIT, WA QINII SYARRA MAA QADHAIT, INNAKA TAQDHII WA LAA YUQDHAA ‘ALAIK, WA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT, WA LAA YA’IZZU MAN ‘AADAIT, TABAARAKTA RABBANAA WA TA’AALAIT (Ya Allah, berilah aku petunjuk diantara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan diantara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku diantara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau putuskan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi)”. (H.R. Abu Daud 1214) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih
  3. Dari Qais bin Thalq Al Hanafi dari Ibnu Abbas bahwa Nabi s.a.w. dalam do’anya beliau mengucapkan: “Wahai Rabbku, tolonglah diriku dan janganlah Engkau sia-siakan aku. Belalah daku dan jangan Engkau biarkan daku. Semalatkanlah daku dari tipu daya dan janganlah Engkau perdayai aku. Berilah kepadaku hidayah dan mudahkanlah bagiku hidayah itu. Menangkanlah aku atas orang-orang yang berbuat aniaya terhadap diriku. Ya Rabbku, jadikanlah diriku sebagai orang yang bersyukur kepada-Mu, orang yang selalu mengingat-Mu, orang yang takut kepada-Mu, orang yang taat kepada-Mu. Kepada-Mu aku bersimpuh, kepada-Mu aku merintih dan bertaubat. Wahai Rabbku, terimalah taubatku, hapuskanlah kesalahanku, terimalah do’aku, berilah hatiku petunjuk, kuatkanlah lisanku, tetapkanlah pendirianku dan hilangkanlah rasa dengki dari hatiku.” Abu Hasan Ath Thanafisi berkata; “Aku bertanya kepada Waki’; “Apakah aku dapat membacanya ketika memboca do’a qunut dalam shalat witir?” dia menjawab; “Ya, boleh.” (H.R. Ibnu Majah No. 3820) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih
  4. Telah mengabarkan kepada kami ‘Ali bin Maimun dia berkata; telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Yazid dari Sufyan dari Zubaid dari Sa’id bin ‘Abdurrahman bin Abza dari Bapaknya dari Ubay bin Ka’ab bahwa Rasulullah s.a.w. pernah shalat witir tiga rakaat, pada rakaat pertama beliau membaca: “: Sabbihisma rabbikal a’laa (surah Al A’la).” Pada rakaat kedua membaca: “Qul ya ayyuhal kafirun (surah Al Kaafiruun), ” dan pada rakaat ketiga beliau membaca “Qul huwallahu ahad (surah Al Ikhlas).” Lalu beliau qunut sebelum ruku’. Setelah selesai beliau membaca “Subbhanal Malikil Quddus” tiga kali. Beliau memanjangkan pada yang terakhir kalinya. (H.R. Nasa’i No. 1681) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih
  5. Telah menceritakan kepada Kami Syuja’ bin Makhlad, telah menceritakan kepada Kami Husyaim, telah mengabarkan kepada Kami Yunus bin ‘Ubaid dari Al-Hasan bahwa Umar bin Khathab r.a.  mengumpulkan orang-orang untuk melakukan shalat di belakang Ubai bin Kaab, ia melakukan shalat sebagai imam mereka selama dua puluh malam, dan dia tidak melakukan qunut bersama mereka kecuali pada setengah bulan terakhir. Dan apabila sudah masuk hari kesepuluh terakhir ia mengundurkan diri dan melakukan shalat dirumahnya, hingga orang-orang mengatakan bahwa Ubai telah kabur. Abu Daud berkata; hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang telah disebutkan mengenai qunut tidak berarti apa-apa, dan dua hadits ini menunjukkan kelemahan hadits Ubai bahwa Nabi s.a.w. melakukan qunut pada waktu witir.   (Atsar Riwayat Abu Daud No. 1217)
  6. Dari Al-Qamah berkata : “Sungguh, Ibnu Mas’ud dan para sahabat Nabi s.a.w. dahulu melakukan qunut dalam witir sebelum rukuk.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah; Nashiruddin Al-Albani mengatakan dalam Irwa’ al-Ghalil Jilid 2 hal 166 :  “Sanadnya baik dan ia sesuai syarat Muslim.”

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah Melakukan Doa Qunut Ketika Kaum Muslimin Ditimpa Musibah

  1. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahid bin Ziyad berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Ashim berkata, “Aku pernah bertanya Anas bin Malik tentang qunut.” Maka dia menjawab, “Qunut itu benar adanya.” Aku bertanya lagi, “Apakah pelaksanaannya sebelum atau sesudah rukuk?” Dia menjawab, “Sebelum rukuK.” Ashim berkata, “Ada orang yang mengabarkan kepadaku bahwa engkau mengatakan bahwa pelaksanaannya setelah rukuk?” Anas bin Malik menjawab, “Orang itu dusta. Rasulullah s.a.w. pernah melaksanakannya setelah rukuk selama satu bulan. Hal itu Beliau lakukan karena Beliau pernah mengutus sekelompok orang (ahli Al Qur’an) yang berjumlah sekitar tujuh puluh orang kepada Kaum Musyrikin selain mereka. Saat itu antara Rasulullah s.a.w. dan kaum musyrikin ada perjanjian. Kemudian Rasulullah s.a.w. melaksanakan doa qunut selama satu bulan untuk berdoa atas mereka (karena telah membunuh para utusannya).” (H.R. Bukhari No. 947)
  2. Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Za’idah dari At Taimi dari Abu Mijlaz dari Anas bin Malik ia berkata, “Nabi s.a.w. pernah melaksanakan qunut selama satu bulan untuk mendo’akan (kebinasaan) atas suku Ri’la dan Dzakwan.” (H.R. Bukhari No. 948)

Hadits di atas menunjukkan adanya Qunut Nazilah yaitu Qunut ketika kaum muslimin menghadapi musibah salah satunya ketika diserang oleh kaum kufar dan terbunuh banyak kaum muslimin, maka sebagai pembalasannya Rasulullah s.a.w. mendoakan kebinasaan kaum kufar melalui doa qunut. Doa qunut Nazilah ini berbeda dengan doa qunut ketika sholat witir yaitu sebagai berikut :

  1. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran Ar Razi telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah, bahwa Abu Hurairah menceritakan kepada mereka, bahwa Nabi s.a.w. melakukan qunut setelah ruku’ dalam shalat selama sebulan. Jika beliau selesai membaca sami’allahu liman hamidah, beliau membaca dalam do’anya: ALLAAHUMMA ANJI ALWALIIDA BIN ALWALIID, ALLAAHUMMA NAJJI SALMAH BIN HISYAM, ALLAAHUMMA NAJJI AYYASY BIN ABI RABIAH, ALLAAHUMMA NAJJI ALMUSTADH’AFIINA MINAL MU”MINIINA, ALLAAHUMMAUSYDUD WATH’ATAKA ‘ALAA MUDHARR, ALLAAHUMMAJ’ALHAA ALAIHIM SINIINA KASIINII YUUSUFA (Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid, Ya Allah, selamatkanlah Salmah bin Hisyam, Ya Allah, selamatkanlah, Ayyasy bin Abu Rabiah, Ya Allah, selamatkanlah orang-orang yang tertindas dari orang-orang mukmin, Ya Allah, keraskanlah hukumanmu terhadap Mudharr, Ya Allah, jadikanlah untuk mereka tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun paceklik Yusuf).”  (H.R. Muslim 1083)
  2. Abu Hurairah berkata; kemudian aku melihat Rasulullah s.a.w. meninggalkan doa qunutnya. Aku berkata; “Setahuku Rasulullah s.a.w. meninggalkan doa qunut setelah itu.” Abu Hurairah mengatakan; “Diberitakan bahwa mereka langsung dibinasakan seketika itu juga.” Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya dari Abu Salamah, bahwa telah memberitakan kepada mereka Abu Hurairah bahwa ketika shalat isya`, Rasulullah s.a.w., tepatnya setelah beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah, sebelum sujud beliau membaca doa “ALLAAHUMMA NAJJI AYYASY BIN ABI RABIAH (Ya Allah, selamatkanlah Ayyasy bin Abu Rabiah), kemudian ia menyebutkan seperti hadits Auza’i hingga sabdanya “Sebagaimana tahun-tahun paceklik Yusuf), ” dan ia tidak menyebutkan kalimat sesudahnya.
  3. Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari ‘Ashim dari Anas, kata ‘Ashim; Aku pernah bertanya kepada Anas tentang doa qunut, apakah sebelum ataukah setelah ruku’?, Anas menjawab; “Sebelum ruku’.” Ashim mengatakan; Aku berkata; “Namun orang-orang beranggapan bahwa Rasulullah s.a.w. melakukan qunut setelah ruku’.” Anas menjawab; “Hanyasanya Rasulullah s.a.w. melakukan qunut selama sebulan, beliau mendo’akan kebinasaan untuk orang-orang yang membantai sahabatnya yang dijuluki Al Qurra’ (Para Ahlul Qur’an).” (Atsar Riwayat Muslim No. 1089)
  4. Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia berkata; telah memberitakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam dia berkata; Bapakku telah menceritakan kepadaku dari Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah S.a.w. pernah qunut selama satu bulan; beliau mendoakan kejelekan kepada suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau S.a.w. meninggalkan (qunut) nya. (H.R. Nasa’i 1069)
  5. Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Dawud dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Anas. Dari jalur lain, dari Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah S.a.w. pernah qunut selama satu bulan – Syu’bah berkata; ‘Beliau melaknat beberapa laki-laki.’ Hisyam berkata; ‘Mendoakan kejelekan (melaknat) beberapa kabilah (suku) dari kabilah-kabilah Arab, kemudian meninggalkannya setelah ruku’-. Ini adalah perkataan Hisyam. Sedangkan perkataan Syu’bah dari Qatadah Anas, bahwa Rasulullah S.a.w. pernah qunut selama satu bulan: beliau melaknat Bani Ri’il, Dzakwan, dan Lihyan. (H.R. Nasa’i 1067)
  6. Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, katanya; aku membaca di hadapan Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik, katanya; Rasulullah s.a.w. mendoakan kecelakaan untuk orang-orang yang telah membantai para sahabat di Bi’r Ma’unah selama tiga puluh hari setiap pagi, beliau mend’oakan kecelakaan terhadap kabilah Ri’il, Dzakwan, dan Lihyan serta Ushayyah yang telah membangkang Allah dan Rasul-Nya.” Anas melanjutkan; “Allah Azza wa Jalla telah menurunkan ayat Al Qur’an untuk para sahabat yang terbantai di Bi’r Ma’unah yang biasa kami baca, hingga ayat tersebut dimansukh di kemudian hari. Ayat tersebut bunyinya AN BALLIGHUU QAUMANAA AN QAD LAQIINAA RABBANAA FARADLIYA ANNAA WARADLIINAA ‘ANHU, (Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah menjumpai Tuhan kami, dan Dia ridla terhadap kami, dan kami pun ridla terhadap-Nya).” (H.R. Muslim No. 1085)
  7. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim katanya; aku mendengar Anas mengtaakan; “Belum pernah aku melihat Rasulullah s.a.w. sedemikian murkanya karena kehilangan pasukannya, sebagaimana kemurkaan beliau ketika kehilangan tujuh puluh sahabatnya yang terbantai pada peristiwa Bi’ru Ma’unah, ketujuh puluh sahabat tersebut digelari Qurra` (para Ahlul Qur’an), oleh karena itu selama sebulan penuh beliau mendoakan kecelakaan kepada kaum yang telah membunuhnya.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Hafs dan Ibnu Fudlail (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ibn Abu Umar telah menceritakan kepada kami Marwan semuanya dari ‘Ashim dari Anas dari Nabi s.a.w. dengan hadis seperti ini, dan satu sama lain saling menambah.” (H.R. Muslim No. 1090)

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah s.a.w. Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Subuh

  1. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin berkata, ” Anas bin Malik pernah ditanya, “Apakah Nabi s.a.w. melakukan qunut dalam shalat Shubuh?” Dia berkata, “Ya.” Lalu dikatakan kepadanya, “Apakah beliau melakukannya sebelum rukuk?” Dia menjawab, “Terkadang setelah rukuk.” (H.R. Bukhari No. 946)
  2. Telah menceritakan kepadaku Abdul A’la bin Hammad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik r.a., bahwa Dzakwan, ‘Ushayyah dan bani Lahyan meminta bantuan kepada Rasulullah s.a.w. untuk menghadapi musuh, lalu beliau mengirim bala bantuan tujuh puluh sahabat Anshar, kami menyebut mereka sebagai al Qurra’ di zaman mereka. Mereka biasa mencari kayu bakar di siang hari dan shalat malam di malam harinya, ketika mereka tiba di Bi’rul Ma’unah, mereka (orang-orang kafir) membunuh dan mengkhianati mereka. Ketika peristiwa itu sampai kepada Nabi s.a.w., beliau melaksanakan qunut selama sebulan dalam shalat shubuh, beliau mendo’akan kecelakaan terhadap penduduk di antara penduduk-penduduk Arab, yaitu Ri’l, Dzakwan, ‘Ushayyah serta bani Lahyan.” Anas berkata, “Maka kami membaca (kisah mereka yang diabadikan) dalam al Quran, namun kemudian itu dimasukh (dihapus), yaitu ayat yang berbunyi ‘Sampaikanlah kisah kami kepada kaum kami, bahwa kami telah berjumpa dengan Rabb kami, Dia meridlai kami dan kamipun ridla dengan-Nya’.” Dan dari Qatadah dari Anas bin Malik dia menceritakan kepadanya, bahwa Nabiyullah s.a.w. melaksanakan qunut dishalat shubuh selama sebulan, beliau mendo’akan kebinasaan beberapa perampungan Arab seperti Ri’l, Dzakwan, ‘Ushayyah dan bani Lahyan.” Khalifah menambahkan; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah telah menceritakan kepada kami Anas bahwa ketujuh puluh sahabat Anshar tersebut dibunuh di Bi’rul Ma’unah (kami membaca) dalam Al Qur’an…sebagaimana riwayat di atas.” (H.R. Bukhari No. 3781)
  3. Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami berkata, telah menceritakan kepada kami Sahl bin Yusuf berkata, telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas bin Malik ia berkata, “Ia ditanya tentang qunut dalam shalat subuh?” maka Anas pun menjawab, “Kami melakukan qunut sebelum rukuk dan sesudahnya. ” (H.R. Ibnu Majah No. 1173) Hadits ini juga diriwayatkan dari jalur Muhammad bin Basysyar berkata, dari  Abdul Wahhab dari Ayyub dari Muhammad. Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.
  4. Telah menceritakan kepada Kami Abu Al Walid, Muslim bin Ibrahim, serta Hafsh bin Umar.. dan diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada Kami Ibnu Mu’adz, telah menceritakan kepada Kami ayahku, mereka semua berkata; telah menceritakan kepada Kami Syu’bah dari ‘Amr bin Murrah dari Ibnu Abu Laila dari Al Bara` bahwa Nabi s.a.w. melakukan qunut ketika shalat Subuh. Ibnu Mu’adz menambahkan; serta shalat Maghrib. (H.R. Abu Daud No. 1229) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah s.a.w. Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Isya

  1. Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin Ibrahim, telah menceritakan kepada Kami Al Walid, telah menceritakan kepada Kami Al Auza’i, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, ia berkata: “ Rasulullah s.a.w. melakukan qunut pada saat shalat Isya` selama satu bulan, ketika qunut beliau berdoa: “Ya Allah, selamatkan Al Walid bin Al Walid, Ya Allah, selamatkan Salamah bin Hisyam, ya Allah, selamatkan orang-orang mukmin yang lemah, ya Allah, keraskan siksaMu kepada Mudhar, ya Allah, jadikan siksaMu kepada mereka selama bertahun-tahun seperti beberapa tahun yang dialami Yusuf.” Abu Hurairah berkata; pada suatu pagi beliau tidak mendoakan untuk mereka, kemudian aku tanyakan hal tersebut kepada beliau, kemudian beliau berkata: “Bagaimana pendapatmu, sementara mereka telah meninggal.” (H.R. Abu Daud No. 1230) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.
  2. Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad dan Abu ‘Amir mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah r.a. berkata : “ Rasulullah s.a.w. jika mengucapkan: Sami’ Allahu liman hamidah (semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) pada raka’at keempat dari shalat isya` yang akhir beliau melakukan qunut, dan beliau mengucapkan; “Ya Allah selamatkanlah Al Walid Ibnul Walid, Ya Allah selamatkanlah Salamah bin Hisyam, Ya Allah selamatkanlah ‘Ayyasy bin Abu Rabi’ah, Ya Allah selamatkanlah orang-orang lemah dari kaum mukminin. Ya Allah keraskanlah siksa-Mu atas Mudlar, ya Allah jadikanlah bagi mereka kemarau sebagaimana kemarau pada masa Yusuf.” Dalam doa tersebut beliau selalu mengucapkan; “selamatkanlah, selamatkanlah.” Abu ‘Amir berkata; “beliau selalu mengucapkan; “ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.” (H.R. Ahmad No. 10336) Hadits ini shahih.

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah s.a.w. Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Maghrib

  1. Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik r.a. berkata, “Qunut itu dilakukan pada shalat Maghrib dan Shubuh.” (H.R. Bukhari No. 949) Hadits ini shahih
  2. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Abu Al Aswad berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Khalid Al Hadzdza’ dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik r.a. berkata, “Doa qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh.” (H.R. Bukhari No. 756) Hadits ini shahih
  3. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah, katanya; “Aku mendengar Ibnu Abu Laila berkata; telah menceritakan kepada kami Al Barra` bin ‘Azib, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah melakukan qunut ketika subuh dan maghrib.” (H.R. Muslim No. 1093) Hadits ini shahih
  4. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Amru bin Murrah ia berkata, saya mendengar Ibnu Abu Laila ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Barra` bin Azib bahwa Nabiyyullah s.a.w. berqunut pada waktu shalat Subuh dan Magrib. (H.R. Ahmad No. 17740)  Hadits ini shahih.
  5. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ghundar Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Al Bara` bin ‘Azib berkata; “Nabi s.a.w. melakukan qunut pada shalat subuh dan maghrib.” (Atsar Riwayat Tirmidzi No. 367)

Tirmidzi berkata dalam bab ini juga ada riwayat senada dari Ali bin Abi Thalib, Anas, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Khaffaf bin Aima` bin Rahdlah Al Ghifari.” Abu Isa berkata; “Hadits Al Bara` bin Azib derajatnya hasan shahih. Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih.

Hadits Yang Menceritakan Rasulullah s.a.w. Membaca Doa Qunut Pada Seluruh Sholat 5 Waktu

  1. Telah menceritakan kepada Kami Abdullah bin Mu’awiyah Al Jumahi, telah menceritakan kepada Kami Tsabit bin Yazid dari dari Hilal bin Khabbab dari Ikrimah dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata; “Rasulullah s.a.w. melakukan qunut selama satu bulan berturut-turut ketika shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya` dan Subuh di akhir setiap shalat, tatkala mengucapkan: ” Sami’a Allahu liman hamidah ” pada raka’at terakhir. Beliau mendoakan atas beberapa perkampungan dari Bani Sulaim, yaitu Ri’l, Dzakwan, serta ‘Ushayyah, dan orang-orang yang dibelakangnya mengamininya”. (H.R. Abu Daud No. 1231) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits di atas hasan / setingkat di bawah shahih)
  2. Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan dan Abu ‘Amir mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam yaitu Ad Dustuwa`i dari Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Demi Allah, sungguh akan aku contohkan kepada kalian shalat Rasulullah s.a.w..” Berkata: “adalah Abu Hurairah selalu qunut pada rakaat akhir dari shalat zhuhur, shalat ‘ashar dan shalat subuh.” Abu ‘Amir berkata di dalam haditsnya; “shalat isya` yang akhir dan shalat subuh, yaitu setelah membaca: “Sami’a Allahu liman hamidah.” dia berdoa untuk kaum mukminin dan melaknat orang-orang kafir. Abu ‘Amir berkata; “dan melaknat orang-orang kafir.” (H.R. Ahmad No. 7152)

Hadits Yang Menceritakan Doa Qunut Sebagai Asbabun Nuzul Q.S. Ali Imran : 128

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia berkata; telah memberitakan kepada kami ‘Abdurrazzaq dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Salim dari Bapaknya bahwa ia pernah mendengar Rasulullah s.a.w. ketika mengangkat kepalanya dari ruku’ terakhir pada shalat Subuh mengucapkan: “Ya Allah, laknatlah si Fulan dan si Fulan.” Beliau mendoakan kejelekan kepada kalangan munafik, lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat; “Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka atau mengadzab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim” (Q.S.. Ali ‘Imran [3]: 128). (H.R. Nasa’i No. 1068)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hassan telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Az Zuhri dari Ibnu Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah s.a.w. jika ingin mendoakan keburukan atas seseorang atau mendoakan kebaikan untuk seseorang, maka beliau melakukan qunut setelah rukuk. Barangkali setelah mengucapkan Sami’a Allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, kepada-Mu lah segala pujian), beliau berdoa: “Ya Allah, selamatkan Al Walid bin Al Walid, Salamah bin Hisyam, ‘Ayyasy bin Abu Rabi’ah dan orang-orang Mukmin yang lemah. Ya Allah, keraskan siksa-Mu atas Mudlar, timpakahlah kepada mereka masa paceklik sebagaimana paceklik pada masa Yusuf.” Beliau mengeraskan doa tersebut. Dan beliau mengucapkan pada sebagian shalatnya; shalat subuh: “Ya Allah, laknatlah Fulan dan Fulan.” Beliau menyebutkan dua kampung dari kampung-kampung Arab. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat: ‘(Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim) ‘ (Q.S. Ali Imran [3] : 128). (H.R. Darimi No. 1547) Husain Salim Assad Ad-Daroni mengatakan hadits ini isnadnya shahih.

Doa Qunut Setelah Ruku atau Sebelum Ruku?

  1. Telah bercerita kepada kami Abu an-Nu’man telah bercerita kepada kami Tsabit bin Azid telah bercerita kepada kami ‘Ashim berkata : “Aku bertanya kepada Anas r.a. tentang (membaca do’a) qunut sebelum ruku’. Aku katakan; “Seseorang berpendapat bahwa anda (Anas r.a.) mengatakan qunut itu setelah ruku’?”. Maka dia (Anas r.a.) menjawab; “Orang itu berdusta”. Kemudian dia bercerita kepada kami dari Nabi s.a.w. bahwa Beliau pernah membaca do’a qunut setelah ruku’ untuk memohon kebinasaan orang-orang yang masih hidup dari Bani Sulaim“. (H.R. Bukhari No. 2934)
  2. Abdul Aziz mengatakan : “Seseorang bertanya kepada Anas tentang qunut, apakah ia dikerjakan setelah rukuk ataukah setelah selesai membaca ayat?” Anas r.a. menjawab; “Tidak, bahkan dikerjakan setelah selesai membaca ayat (sebelum ruku).” (H.R. Bukhari No. 3779)
  3. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dia berkata : “Aku bertanya kepada Anas bin Malik r.a. mengenai qunut dalam shalat, Anas menjawab, “Benar.” Aku bertanya lagi, “Apakah dilaksanakan sebelum rukuk atau setelahnya?” Anas menjawab, “Sebelum ruku.” Aku lalu berkata, “Sesungguhnya fulan mengabarkan kepadaku bahwa anda mengatakan setelah ruku!” Anas menjawab, “Dia telah berdusta! Rasulullah s.a.w. pernah melaksanakan qunut setelah rukuk selama sebulan, yaitu ketika beliau mengutus sekelompok sahabatnya yang disebut Qurra’ (orang yang ahli dalam al Qur’an), mereka berjumlah tujuh puluh orang, mereka diutus kepada sekelompok orang dari kaum musyrikin, sementara antara kaum tersebut dengan Rasulullah s.a.w. ada perjanjian, namun kaum yang ada perjanjian dengan Rasulullah s.a.w. mengkhianatinya, maka Rasulullah s.a.w. mengerjakan qunut setelah ruku selama sebulan untuk mendo’akan kebinasaan atas mereka.” (H.R. Bukhari No. 3787) Hadits ini shahih.
  4. Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari ‘Ashim dari Anas, kata ‘Ashim; Aku pernah bertanya kepada Anas tentang doa qunut, apakah sebelum ataukah setelah ruku’?, Anas menjawab; “Sebelum ruku’.” Aku (Ashim ) berkata; “Namun orang-orang beranggapan bahwa Rasulullah s.a.w. melakukan qunut setelah ruku’.” (Atsar Riwayat Muslim No. 1089) Atsar ini shahih
  5. Telah menceritakan kepada Kami Sulaiman bin Harb serta Musaddad mereka berkata; telah menceritakan kepada Kami Hammad dari Ayyub dari Muhammad dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia ditanya; “Apakah Rasulullah s.a.w. melaksanakan qunut pada waktu shalat subuh?” Beliau (Anas r.a.) menjawab: “Ya.” Lalu beliau ditanya lagi; sebelum atau sesudah ruku’? Beliau menjawab: “Setelah ruku’.” (H.R. Abu Daud No. 1232) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.
  6. Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Ibnu Sirin ia berkata; Anas bin Malik pernah ditanya; “Apakah Rasulullah s.a.w. melakukan qunut?” ia menjawab; “Ya, setelah ruku’.” Kemudian dalam kesempatan lain ia ditanya lagi; “Apakah Rasulullah s.a.w. qunut pada waktu shalat subuh?” ia menjawab; “Ya, sebentar setelah ruku’.” (H.R. Ahmad No. 11674)

Dari hadits-hadits di atas dapat kita lihat bahwa Anas r.a. mengatakan qunut dibacakan sebelum ruku dan dari Anas r.a. pula mengatakan qunut dibacakan setelah ruku yaitu  ketika mendapat musibah terbunuhnya para sahabat penghafal Al-Qur’an di Bir Ma’unah

Bersambung Jilid 2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s