HIDUP SAYA SIAL TERUS

Capung

HIDUP SAYA SIAL TERUS

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Ada yang  bertanya, kenapa ya hidup saya sial terus, sering kecopetan, ada juga yang sering tabrakan, sering celaka, kerja malah dipecat terus.  Kata orang saya disuruh melakukan ruwatan untuk membuang apes atau sial. Ada lagi yang berkata kata orang saya disuruh mandi kembang agar tidak sial terus. Ada juga yang berkata bahwa harus ganti nama karena nama tersebut tidak cocok atau keberatan nama. Dan masih banyak pendapat lain yang berkembang di masyarakat.

Inilah yang disebut tathoyyur yaitu meyakini adanya kesialan pada hari-hari tertentu berkait dengan hari kelahiran atau weton tertentu. Seperti misalnya akan merugi jika keluar bekerja atau berdagang pada hari Selasa. Atau akan tidak awet jika mulai bekerja pada hari kamis. Ada juga yang dihitung berdasarkan tanggal lahir dan wetonnya lalu dia tidak boleh berjalan ke arah utara pada hari tertentu dan tak boleh ke barat pada hari tertentu lainnya.

Ibnu Atsir berkata dalam An Nihayah makna, tathayur adalah merasa sial terhadap sesuatu, sedemikian sehinga dia membatalkan niat untuk melakukan sesuatu.

Tathoyur juga berarti percaya pada tanda tanda kesialan tertentu, misalnya ada burung gagak hitam pasti di kampung ini akan ada yang meninggal atau wabah. Jika kejatuhan tahi burung pasti akan sial. Orang Arab pun dulu mempercayai tanda-tanda dari burung. Maka dariitulah hal ini disebut tathayur. Tathayur diambil dari kata ‘thairun’ (artinya: burung), karena dahulu orang arab menganggap sial atau beruntung dikaitkan dengan burung. Ketika mereka bingung hendak ke kiri atau kekanan, mereka melepaskan burung, jika burung terbang ke arah kanan itu pertanda baik, maka mereka meneruskan perjalanannya, namun jika burung terbang ke arah kiri, itu pertanda sial, maka mereka membatalkan perjalanannya.

Tathoyur juga berarti percaya tempat-tempat tertentu menjadi angker atau sial karena peristiwa tertentu misalnya tempat bekas kecelakaan, sehingga diyakini tikungan tersebut menjadi angker. Atau melangkahi kuburan pasti akan sial. Atau jika kendaraan menabrak kucing pasti akan sial, padahal jika yang ditabrak ayam atau kambing tidak demikian.

Dari mana timbulnya perasaan dan anggapan seperti ini? Awal mulanya manusia lah yang meyakini adanya kesialan ini, kemudian setan membisiki ide ke dalam otak dan hati manusia untuk melakukan suatu ritual untuk membuang sial atau nasib apes ini. Ada yang menyebutnya ruwatan, tolak bala, buang apes dll. Ini semua tidak lain hanyalah tipu daya jin kafir bersama konco –konconya (teman nya).

Yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. 114 : 5-6)

Setelah manusia bersedia melakukan ritual musyrik sesuai ide yang dibisikkan jin itu, maka kawanan jin dan bala tentaranya sepakat menghilankan gangguan itu. Maka seolah benarlah keyakinan tadi bahwa hal begini dan begitu mendatangkan sial, dan untuk menghilangkannya harus dilakukan ritual begini dan begitu.

Maka Islam melarang perasaan Tathayur ini karena merupakan bagian dari syirik. Mengapa termasuk syirik? Karena mempercayai adanya kekuatan lain yang menentukan nasib buruk dan nasib baik selain dari Allah.

Rasulullah s.a.w. bersabda, Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (dalam hatinya terdapat hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakalnya” (HR. Abu Dawud, no 3912, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abdullah bin Amr rSiapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca, : ghoiruka ilaha wa laa thoiruka illa thoiro wa laa khoiruka illa khoiro laa Allahumma (Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu yang telah Engkau tetapkan, dan tidak ada tuhan selain Engkau).” (H.R. Ahmad  Juz 2 hal 220) Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam Ta’liq Musnad Ahmad no. 7045)

Dari ‘Imran bin Hushain bin Ali r.a., ia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya tanda-tanda kesialan (tathoyur) atau datang bertanya kepada orang yang mempercayai tanda-tanda kesialan  (H.R. Al-Bazzar juz 9, hal. 52, no. 3578).

“Tapi bener lho mas setelah diruwat saya tidak sial lagi”. Sedangkan yang lain berkata : “Buktinya bener tuh setelah dikasih sesaji di tikungan tidak ada lagi yang kecelakaan”. Saya jawab : Lha ya memang benar terbukti begitu lha jin yang bikin bikin memang tujuannya agar sampeyan (Anda) pada percaya seperti itu!”.

Dari dulu pun fenomena nya juga sama. Aisyah r.a. juga pernah mengungkapkan hal yang sama.

Dari Aisyah, ia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun pernah menceritakan kepada kami tentang sesuatu dan kami dapati bahwa yang mereka ceritakan itu benar terjadi”. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Kalimat yang benar itu memang sengaja disambar dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya (dukun), tetapi ia sudah menambah dengan seratus kebohongan. [HR. Muslim juz 4, hal. 1750]

Ini adalah taktik paling basi dan paling kuno dari jin kafir sejak jaman dahulu kala. Walaupun basi dan kuno namun jin tahu bahwa taktik ini masih ampuh untuk memperdaya manusia. Karena manusia itu selalu cara fikirnya “empiris” seperti tadi itu yaitu dengan mencoba melakukan suatu ritual lalu terbukti benar. Maka manusia menyimpulkan itulah kebenaran.

Dari Mu’awiyah bin Hakam As-Sulamiy : , “Kami juga percaya pada tanda-tanda kesialan”. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Itu sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang diantara kalian, maka hal itu jangan sampai menghalangi (mengganggu) kamu sekalian. [HR. Muslim juz 4, hal. 1748]

Padahal jin kafir memang memiliki kemampuan untuk merekayasa alam dan mencelakakan manusia. Jin bisa menahan air sungai hingga kering lalu membisiki di hati manusia agar membuang sesaji ke sungai. Setelah dilakukan buang sesaji ternyata betul sungainya mengalir lagi. Jin juga bisa merekayasa sawah menjadi tidak subur, lalu membisiki ke hati manusia agar menaruh sesaji di pojok-pojok sawah. Begitu pula jin mencelakakan manusia di tikungan jalan agar dikatakan angker / seram. Lalu membisiki manusia agar dibuat ritual atau ditaruh sesaji di tikungan. Ketika semua yang dibisiki jin itu dilaksanakan manusia ya tentu saja terbukti, lha jin yang bikin ulah sepakat tidak bikin ulah lagi. Maka percayalah manusia-manusia itu dengan tipu daya setan ini.

Memangnya jin bisa bikin ulah seperti ini? Ya iya lah. Manusia juga bisa bikin ulah seperti ini. Manusia juga bisa membendung aliran air agar tidak mengalir, mensabot panen gagal atau mendorong tubuh orang agar masuk ke jurang. Cuma bedannya jin gak keliatan jadi manusia ga tahu ketika dia berbuat. Manusia tahunya tiba-tiba terjadi demikian seolah tanpa sebab yang masuk akal. Jin memang suka membuat rekayasa kecelakaan sebagaimana hadits berikut :

Ibnu Abbas berkata: “Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain yang dipintal kemudian dilemparkan ke hadapan Rasulullah s.a.w. yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain dipintal yang dibawa tikus tadi terbakar persis sebesar uang dirham. Rasulullah s.a.w. Kemudian bersabda: “Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)

Tapi ada tanda tanda penyebab kesialan yang boleh kita percayai. Misalnya perbuatan maksiat dan dosa itu mendatangkan kesialan.

Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya (H.R. Dailami)

Orang mungkin saja sering celaka karena akibat dosa besar yang dilakukannya. Kawan saya yang berbisnis Papan Reklame atau Billboard pernah roboh diterjang angin sehabis ia melakukan dosa besar. Ada juga yang lain beruntun mendapat musibah di jalan tol, pada awalnya kaca mobil pecah terkena batu dari pemotong rumput di jalan tak berapa lama tali kipas mobil putus dan menyambar pipa pendingin mesin hingga radiator bocor. Ternyata itu terjadi setelah ia melakukan dosa besar.

Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya (H.R. Abu Daud)

LaLu apa yang harus kami lakukan? Yang harus dilakukan adalah melakukan adalah memohon keselamatan dari rekayasa Jin terkutuk ini kepada Allah SWT. Pertama mohon ampun dan taubat nasuha kepada Allah. Karena sebagian musibah itu disebabkan oleh dosa kita.

Kedua mohon maaf, cium kaki dan cuci kaki bapak ibumu. Karena sebagian besar kesialan dan musibah itu akibat dosa kepada orang tua.

Ketiga, membaca Al-Baqarah di rumah-rumah dan tempat-tempat yang dianggap seram. Bacakanlah beberapa malam berturut turut agar jin-jin itu gerah dan tidak betah. Kumandangkan pula Adzan berkali-kali karena jin sangat tidak tahan mendengar adzan. Bacakanlah ayat-ayat ruqyah di rumah, ke badan kita dan ke dalam air untuk di minum.  Bersihkanlah rumah sebersih bersihnya karena jin menyukai tempat kotor. Sebarkanlah sedekah kepada fakir miskin, anak yatim sebanyak banyaknya karena sedekah itu mendatangkan rezeki sehingga terbuka rezeki Anda dan tidak merasa sial lagi.

Keempat bersikaplah teliti dan seksama dalam melakukan segala hal. Janganlah terburu-buru dan ceroboh. Periksalah berulang kali apakah segala sesuatu telah dirancang dan direncanakan secara seksama. Cek berulang kali apakah segala sesuatunya telah dilakukan dengan benar. Pikirkan ulang jangan-jangan ada hal yang terlewat dan tidak terpikirkan. Janganlah bersikap asal jadi dan terburu ingin cepat selesai.

Kelima, bertawakal kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak ALlah. Dan tak ada sesuatu oun kejadian di dunia ini tanpa sepengatahuan Allah. Maka Allah-lah yang mendatang kan ujian tersebut maka janganlah menghilangkan kesulitan itu kecuali bersama Allah juga.

Ibnu Mas’ud r.a.berkata,   وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

Dan tidaklah salah seorang kita kecuali (terbersit thatayyur dalam hatinya) tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.” (H.R. Abu Daud. Hadits ini dishahihkan oleh Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, No. 429)

29 thoughts on “HIDUP SAYA SIAL TERUS

  1. shesca says:

    subhanallah.Alhamdulillah sya tidak melakukan berbuatan syirik atas semua cobaan hidup ini.sebuah artikel bagus semoga amal ibadah penulis diterima Allah SWT dan dilimpahkan rizqi melimpah.Amin

  2. riki says:

    Kedua mohon maaf, cium kaki dan cuci kaki bapak ibumu. Karena sebagian besar kesialan dan musibah itu akibat dosa kepada orang tua.

    Bagaimana jika kedua orang tuah sudah tidak ada?
    mohon bimbingannya.

    • Jika kta durhaka pada orang tua namun orang tua sudah meninggal maka kita mohon ampun dan taubat kepada Allah. Lalu mendoakan orang tua yang sudah meninggal, menyambung silaturahmi dengan kerabat orang tua dan kawan-kawan karib orang tua kita yang sudah meninggal, bershodaqoh dan menyelesaikan hutang harta dan hutang ibadah orang tua yang belum ditunaikan seperti menghajikan orang tua dll

  3. VENDRA says:

    kalau percaya jin mampu merekayasa alam dan mencelakai manusia, berarti musyrik juga donx.

    • Saudara Vendra.. jin adalah makhluk sama seperti manusia. Manusia bisa jadi ada yang jadi jambret dan menjambret orang. Apakah jambret itu dikatakan bisa menimpakan musibah seperti Allah?? Tentu tidak. Jin maupun manusia bisa MENGUPAYAKAN kebaikan atau kemudharatan terhadap dirinya maupun terhadap orang lain, namun mereka sebatas berikhtiar. Sedangkan Allah menetapkan takdir apakah hasil akhir dari upaya dan ikhtiar itu terjadi atau tidak.

      Maka upaya jin dalam mencelakakan manusia bukan hal yang luar biasa.. sama seperti teman Anda mendorong atau menjahili Anda di sekolah dulu. Bisa saja kan? Apakah meyakini bahwa sesama manusia bisa menimpakan kesialan kepada kita itu syirik? Tentu tidak. Kadang kala upaya jahat itu berhasil dan kadang kala tidak. Maka perkataan bahwa Jin bisa mencelakakan manusia, atau jin bisa membuat sial manusia maksudnya BUKAN SEBUAH KEPASTIAN, melainkan jin bisa memiliki kehendak dan maksud mencelakakan manusia. Kalaupun jin berhasil, itu adalah takdir Allah juga yang ditetapkan sebagai ujian dan cobaan bagi kita.

      • MOCH KHOLISUN says:

        Jin kan sama2 mahluk alloh, apakah kita pinjam sesuatu ke jin itu sama2 kita pinjam ke teman kita… ? Dan apakah itu perbuatan syirik….

  4. VENDRA says:

    gw juga sial terus.. sering diremehkan, ditipu, dikhianati, dibenci, dimusuhi org tanpa sebab.

    • Mungkin kita harus introspeksi diri..faktor apa yang menyebabkan kita sering diremehkan ditipu dikhianati dan dimusuhi orang? Perkataan “tanpa sebab” saya rasa bukan sungguh sungguh tanpa sebab karena di dunia ini semua ada sebabnya. Hanya saja mungkin kita tidak tahu atau tidak menyadari sebab nya

  5. wawan says:

    kadang sy merasa ada jin/setan yg slalu ikut dikhidupan sy & sgt cerdik merekayasa kesialan sy. bgm cara lepas darinya?

    • Pertama yang penting diperkuat adalah aqidah. Dan aqidah itu adalah keyakinan yang mantap di dalam dada. Ironis jika ribuan ayat dan doa kita ucapkan namun hati kita tetap takut dan tunduk pada setan jin. Maka sesungguhnya jin itu lemah. Dia tidak ubahnya salah satu makhluk ciptaan Allah sama saja seperti makhluk2 lainnya hanya saja ia tidak terlihat karena ia makhluk ghaib.

      Soal ada setan jin yang selalu mengikuti.. sebenarnya semua orang ada setan jin yang nempel sejak lahir yaitu disebut jin qorin. Silakan baca di blog kami http://misterighaib.wordpress.com/2012/10/17/jin-qorin/

      Orang sering menyangka jin itu banyak di tempat2 sepi dan kita takut..ini lucu.. karena sebenarnya lebih banyak lagi jin itu ditempat2 ramai dan mengasyikkan seperti pasar, mall, diskotik, dll hanya saja jin setan menipu manusia dengan membisikkan bahwa tempat2 sepi itulah banyak setan sehingga manusia takut di tempat sepi dan senang tempat gemerlap dan ramai. Kha ngapain jin di tempat sepi padahal tugas mereka memang menggoda manusia. Ini semua tipu daya setan

  6. erza says:

    ngomong syirik aja terus wahabi kalau makan obat dapat sembuh di dalam itikad mu apakah itu bukan syirik lada sia syiri8k wae terus wahabi

    • Mas Aria Herlambang apa maksud Anda menyebt nyebut wahabi? Mengapa Anda melabeli umat Islam dengan golongan golongan? Jika Anda baca semua tulisan di Blog ini niscaya Anda akan melihat kami tidak mewakili satu kelompok tertentu kecuali Islam itu sendiri. Tulisan di Blog ini justru berusaha mendudukkan masalah perbedaan pendapat yang sering terjadi dan menjelaskan apa adanya tanpa mendukung dan memihak salah satu kelompok, aliran atau madzhab. Dan jika Anda merasa tidak setuju dengan pendapat kami, itu hal yang wajar dan justru di sini kita saling mendiskusikan berbagi pengetahuan, silakan kemukakan saja pendapat Anda disertai dengan argumen dalil dst..

  7. VENDRA says:

    yg bkin gw dijahati org krn gw nampak bodoh dan lemah shg org gk ada yg tkut kpd gw. gk ada yg respek kpd gw.

  8. gadis says:

    Itulah yang sedang saya alami. Saya mengalami keberuntungan dan kesialan yang sangat besar sekaligus, membuat hati saya terasa berat karena semuanya terlalu ekstrim. Tapi itu semua karena dosa saya sendiri…
    Semoga Allah melindungiku dan orang-orang yang beriman. Amin!

  9. murni ria says:

    Assalamualaikum, afwan akhi,
    apakah merasa cemas pada suatu keadaan tertentu ituntermasuk tathayur
    apakahntakut terhadap gelap, dan meyakini adax setan itu juga syirik akhi? Dan bgmna dgn mempercayai kata dokter akhi?

    Bagmana dengan seseorang yg biasanya sering melakukan hal ini sengaja tidak sengaja, dan tidak tau law pebuatan tathayur adalah syirik, …

    Syukron..

  10. murni ria says:

    Apakah berdosa seseorang yg sering berprasangka buruk pd suatu keadaan atau tathayur yg ia tidak ketahui bahwa itu syirik, apakah tetap berdosa?

    Syukron akh…?

  11. raisyha03 says:

    Kenapa ibu aku yang penyabar,penolong,Rajin,dermawan,dan jauh dari dengki nasibnya apes terus.Dari punya suami yang semena2,Adik2 yang gak tahu balas budi,kemiskinan yang terus memeluknya, sampai taraf hidup anak2nya yang belum bisa kasih pengayoman buat beliau.

    Kalau pikir secara logika,mungkin mindset ala tradisional dan sempit dimana seorang wanita hanya mengabdi..3…sampai menelantarkan kebahagiaan sendiri.Bagaimana dari sisi agamanya.

  12. raisyha03 says:

    Kenapa ibu aku yang penyabar,penolong,Rajin,dermawan,dan jauh dari dengki nasibnya apes terus.Dari punya suami yang semena2,Adik2 yang gak tahu balas budi,kemiskinan yang terus memeluknya, sampai taraf hidup anak2nya yang belum bisa kasih pengayoman buat beliau.

    Kalau pikir secara logika,mungkin mindset ala tradisional dan sempit dimana seorang wanita hanya mengabdi..3…sampai menelantarkan kebahagiaan sendiri.Bagaimana dari sisi agamanya ?

  13. Bunda Al-ulya says:

    Sy merasa hidup km tdk pernah beruntung dlm rezeki. Km tdk durhaka, apalg syirik, slalu mnjalankan ibadah,sedekah,dsb. Setiap suami sy mw dpt rezeki, tiba2 gk jd. Itu sering km rasakan. Hidup km statis bhkan kurangvkrn anak uda 2. Mohon solusiny?

  14. Irma Yunita says:

    Sy merasa hidup km tdk pernah beruntung dlm rezeki. Km tdk durhaka, apalg syirik, slalu mnjalankan ibadah,sedekah,dsb. Setiap suami sy mw dpt rezeki, tiba2 gk jd. Itu sering km rasakan. Hidup km statis bhkan kurangvkrn anak uda 2. Mohon solusiny?

  15. sri hartati says:

    maaf saya mau tanya.
    saya merasa saya seperti anak pembawa sial dari kecil? tapi kalo saya jauh dari orang tua penghasilan orang tua saya lancar berbeda dengan ketika saya beada didekatnya mereka istilahnya ” seret rejeki” tolong penjelasannya dan apa yg harus saya lakukan?? terimakasih

  16. hamba allah says:

    saya akui saya adalah pendosa. dan akhir akhir ini saya sering merasa sial.
    apakah ruqyah bisa membantu? saya selalu merasa ada saja kesalahan atau kesialan yang terjadi. walau sudah saya teliti dalam pekerjaan.

  17. BOY says:

    Assalamualaikum.Dulu alm kakek dan uwa saya gemar belajar kesaktian. Kenapa nasib saya kok suram bngt. saya sepanjang hidup sering sial. Dulu saat saya msh kecil sering sakit sakitan shg badan jadi lemah dan otak jadi agak bodoh.. shg saya kalau sekolah, kerja, olahraga, nyari jodoh, bergaul dll saya sering diremehkan org, dibodohi org dsb. saya di kampung sering difitnah dan dijelekin tetangga. saya juga sering dibenci dan dimusuhi teman tanpa alasan yg jelas. di perantauan saya sering dijahati org dan sering ditolak wanita pdhl saya baik, jujur dan suka menolong. kemudian saya terpaksa pulang kampung saya nganggur dan jomblo sangat lama sekali. saya terpaksa buka usaha kecil kecilan tp hasil nya sngt tdk cukup memenuhi kebutuhan sehari hari. saya benar benar tersiksa. akibat masalah2 itu, saya selama berthn thn tiap hari marah marah dan berkata kotor. saya kalau malam sulit tidur. saya sdh beberapa thn agak rajin ibadah tp nasib saya tdk berubah. alm kakek saya.. anak cucu nya bnyk yg meninggal saat balita. ada beberapa yg bisa bertahan sampai dewasa tp ada yg idiot, ada yg susah jodoh, ada yg susah rejeki dll. dulu alm kakek dan uwa saya meninggal nya agak tragis dan menyedihkan. mrk jarak meninggal nya lumayan dekat, cuma selang sebulan lbh sedikit saja kalau tdk salah. Apakah semua itu akibat ilmu yg mrk pelajari? terima kasih.

    • Arga says:

      Terus bersabar dan tawakal. Hidup ini memang keras jika Tuhan sudah mentakdirkan kita dijalan yg keras. Saya tahu apa yg anda rasakan. Setelah saya ilhami banyak pelajaran yg kita dapat dan lebih baik dr kesialan. Percayalah Tuhan akan memberi jalan terbaik bg anda dan kita. Tetap jd baik dan terus perjuangkan orang yg senasib dengan kita kawan.

  18. ichal says:

    pembahasannya gak nyambung

  19. Kardinah says:

    Saya selalu dibenci orang dipandang rendah dan mendapat banyak kesialan
    hidup penuh derita hingga semua hal sudah sy lakukan sampai rukyat berdoa ibadah secara istiqomah mencium dan membersihkan kaki orang tua tp semua gk mempan masih tetap mendapat sial dan menerima kebencian orang lain
    sampai dlm dosa terkadang terlintas dlm fikiran tdk sanggup lagi dgn hidup ini
    jadi sy harus bagaimana?

  20. Ryan says:

    Saya, adik, beserta kedua orang tua saya sering bernasib sial. Saya menyayangkan kelakuan kedua orang tua saya yang sering memberikan contoh buruk pd anak2nya serta akhlak mereka yang tidak baik. Setiap bertemu mereka berdua saling bersitegang… terkadang saya dan adik saya dmusuhi oleh ayah maupun ibu… teman2 kami yg pernah k rumh jg merasa tdk nyaman dg kelakuan mereka. apa yang harus saya lakukan? Terkadang saya ingin pergi sejauh mungkin agar tidak bertemu lagi dengan kedua orang tua. Karena saya sangat tdk ingin memiliki sifat seperti mereka. Karena saya takut melihat pertikaian yg sering terjadi di antara mereka. Saya juga sering menasehati adik saya agar tidak mengikuti sifat ayah dan ibu. Saya sangat sayang pd adik saya. Dulu ketika kecil kami memang sering berantem. Tetapi seiring dengan bertambahnya usia dan kami mulai beranjak remaja kami sadar bahwa pertikaian tidak akan menyelesaikan masalah, tidak seperti yang dilakukan oleh kedua orang tua kami sampai sekarang. padahal kedua orang tua saya sholatnya baik. SAYA MINTA SOLUSINYA. Mengenai nasib sial keluarga kami apakah ada hubungannya dengan kelakuan kedua orang tua kami.

  21. dea febriana says:

    SubhanAllah, kalau kalian benar benar cermati baik baik dengan pikiran tenang dan terbuka, tulisan ini mewakili sekali saya pun bernasib kurang beruntung tapi jika kita memiliki hati yang ikhlas berserah diri kepada Allah insyaallah akan tenang benar benar harus ikhlas.
    baca baik baik tulisan di atas itu agar mendapat ketenangan pemikiran coba di pahami cukup sekian kata kata dari saya

    Barakallahu fikum,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s