BERMACAM AGAMA DARI TUHAN YANG SATU

Sujud Berbagai Agama

BERMACAM MACAM AGAMA DARI TUHAN YANG SATU

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Sujud Berbagai Agama

Jika Tuhan memang satu, bagaimana mungkin Tuhan menurunkan berbagai macam agama yang satu sama lain saling bertentangan ? Ini adalah salah satu pertanyaan mendasar menyangkut fenomena banyaknya agama di dunia.

Masing-masing orang dengan nalarnya sendiri mencoba menjelaskan fenomena ini. Kelompok kejawen Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal) dalam kitab Dwija Wara dan Sangkaning Paraning Dumadi meyakini bahwa sesungguhnya kebenaran yang hakiki hanyalah Tuhan saja yang tahu. Sedangkan manusia melalui para Nabi, hanya bisa mendekati kebenaran yang hakiki tersebut. Masing-masing Nabi memiliki caranya sendiri-sendiri, oleh karena itu timbul berbagai ragam agama yang dibawa para Nabi,

Pemikiran di atas adalah contoh beragam pemikiran manusia, yang mencoba menjelaskan mengapa ada banyak agama yang berbeda di dunia ini sedangkan Tuhan adalah satu. Namun, karena hanya “dipikir-pikir” oleh akal sendiri saja, maka yang muncul adalah prasangka atau dugaan-dugaan (zahn), yang jauh dari duduk masalah sebenarnya.

Logikanya, Tuhan yang satu semestinya menurunkan agama yang satu. Karena Tuhan itu tidak mungkin plin plan. Tuhan yang satu juga tidak mungkin sekali waktu menyatakan Tuhan itu Esa, sedangkan di lain waktu menyatakan Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang satu juga tidak mungkin suatu  waktu menyatakan tidak beranak dan tidak diperanakkan (tidak punya ibu bapak), sedangkan di lain waktu menyatakan Tuhan memiliki anak dan diperanakkan.

Menurut Islam, sesungguhnya semua Nabi dari yang paling awal yaitu Adam sampai yang terakhir yaitu Nabi Muhammad adalah satu rangkaian yang membawa ajaran yang sama. Semua Nabi adalah Muslim. Sehingga semua ajaran yang dibawa para Nabi adalah Islam yang satu, yang mengesakan Allah.

Nabi Nuh (Noah)

Artinya : “Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya).” (QS Yunus : 72)

Nabi Ibrahim (Abraham) :

Ketika Tuhan berfirman kepadanya “Aslim !” (Tunduk patuhlah) maka Ibrahim menjawab “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta Alam.

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif (lurus) dan muslim (berserah diri pada Allah), dan sekali-kali bukanlah ia termasuk golongan orang yang musyrik. (Q.S. Ali Imran : 67)

Dan doa Nabi Ibrahim dan Ismail ketika membangun ka’bah :

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Artinya : “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.” (QS Al-Baqoroh : 128)

Nabi Ya’kub a.s. (Jacob)

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula kepada Ya’qub, (Ibrahim berkata) : Hai anak-anakku ! Sesunguhnya Allah telah memilih diin ini bagimu. Maka jangalah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai orang muslimun (yang tunduk patuh).

(Q.S. Al-Baqoroh : 130-132)

Dan wasiat Nabi Ya’kub -‘alaihi as-salam- kepada anak-anaknya di akhir hayatnya :

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya : “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.” (QS Al-Baqoroh : 133)

Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s.

 Adaka kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan tanda-tanda (maut), ketika ia berkata kepada anak-anaknya : “Apakah yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab “ Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyang mu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan kami adalah orang muslimun (yang tunduk patuh). (Q.S. Al-Baqoroh : 133)

Nabi Musa a.s. (Moses)

Dan Nabi Musa -‘alaihi as-salam- berkata :

يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ

Artinya : “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.” (QS Yunus : 84)

Nabi Luth

Dan kami tidak mendapati di negeri itu kecuali sebuah rumah (rumah Nabi Luth) (yang penghuninya ) adalah orang muslimin (yang berserah diri).

(Q.S. Adz Dzaariyat : 36

Nabi Yusuf (Yosef)

 Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkanku ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta languit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh (Q.S. Yusuf : 101)

Nabi Sulaiman (Solomon)

 Jangalah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang muslimin (yang berserah diri).(Q.S. An Naml : 31)

Ratu Bilqis :

Dikatakanlah kepadanya : Masuklah ke dalam istana”! Maka tatkala dia melihat lantai istana itu dikiranya kolam air yang besar dan disingkapnya kedua betisnya. Berkatalah Sulaeman : Sesungguhnya itu adalah lantai licin  yang terbuat dari kaca” Berkatalah Bilqis : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku aslamtu (berserah diri) bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta Alam. (Q.S. 27 : 44)

Nabi Isa a.s.(Yesus)

 Dan Ingatlah ketika Aku Ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia “Berimanlah kamu kepada Ku dan kepada Rasul-Ku” Mereka menjawab “Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim

(Q.S. Al Maaidah : 111).

Maka ketika Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) dia berkata : Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku ?” Pada hawariyyun menjawab : “Kamilah penolong-penolong agama Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim.

(Q.S. Ali Imran : 52).

 Istilah Islam Sudah Ada Sejak Dahulu

“Dan tidaklah Allah menjadikan agama kalian susah payah yaitu agama nenek moyang kalian Ibrahim, Dia-lah Dzat Allah yang menamakan orang-orang muslim  sejak dahulu”.( Q.S..Al Hajj (22):78)

 Imam Al Muzahid rahimahullah berkata: Dia-lah Dzat Allah yang menamakan sebelum kalian orang-orang muslim dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, begitu juga dalam Al-Quran. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Inilah yang benar, sebab Allah Swt berfirman: Dia-lah Dzat Allah — dan tidaklah Ia menjadikan agama dengan susah payah”. kemudian Allah mendorong dan memberi semangat supaya mengikuti apa-apa yang dibawa para Rasul sejak terdahulu, yaitu agamanya Ibrahim Alaihisalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s