DONOR DARAH DAN TRANSFUSI DARAH KETIKA PUASA

blood_transfusion 01

DONOR DARAH DAN TRANSFUSI DARAH KETIKA PUASA

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image
Transfusi darah, periksa darah di lab dan lain-lain, belum ada di jaman Rasulullah s.a.w. dulu. Maka dalam masalah ini kita menggunakan qiyas (analogi) dengan mengambil persamaan illat (sebab diberlakukannya hukum) yaitu sama sama keluarnya darah .dalam keadaan puasa

Maka jika kita bertanya apakah keluarnya darah itu membatalkan puasa bisa kita gunakan qiyas dalam kasus berbekam ketika sedang puasa. Karena bekam itu adalah diambil darahnya dengan terlebih dulu disedot permukaan kulit dengan kop dari tanduk, dari gelas, plastik atau alat lainnya. Setelah darah kotor terkumpul di bawah permukaan kulit barulah ditusuk kecil-kecil dengan jarum atau silet untuk dikeluarkan darah kotornya.

Awalnya Rasulullah s.a.w. menyatakan batal puasanya orang yang berbekam dan orang yang membekam. Sebagaimana kita jumpai pada beberapa hadits di bawah ini :

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Al Asy’ats dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah s.a.w. datang kepada seseorang di Baqi’ sementara orang tersebut sedang berbekam, sementara beliau menggandeng tanganku- selama delapan belas hari yang telah berlalu pada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata: “Telah batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam.” (H.R. Abu Daud No. 2021dan Ahmad No. 21376)

Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Hisyam Ad Dastuwa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Qilabah dari Abu Asma` dari Tsauban bahwa Rasulullah s.a.w. mendatangi seseorang yang tengah berbekam dibulan Ramadhan lalu beliau bersabda; “Orang yang berbekam dan yang dibekam, berarti telah batal puasanya.” (H.R. Ahmad No. 21348) Seluruh perawi hadits ini tsiqoh

Jika kita lihat sepintas hadits-hadits di atas, niscaya kita akan berkesimpulan bahwa berbekam ketika sedang berpuasa adalah haram atau batal puasanya. Namun di sisi lain kita jumpai berbagai hadits yang menceritakan sebaliknya, yaitu bahwa Rasulullah s.a.w. berbekam ketika sedang berpuasa.

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi s.a.w. berbekam ketika sedang berpuasa. (Atsar .R. Bukhari No. 1803)
Telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi s.a.w. berbekam ketika sedang berihram dan juga berbekam ketika sedang berpuasa. (H.R. Bukhari No. 1802)

Bahkan dalam hadits yang lain lagi secara tegas diriwayatkan bahwa berbekam ketika puasa itu tidak membatalkan puasa :
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dari seorang laki-laki sahabatnya dari seorang sahabat Nabi s.a.w., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidaklah batal puasa orang yang muntah, orang yang bermimpi, dan orang yang berbekam.” (H.R. Abu Daud No. 2028)

Hal ini disebut sebagai ikhtilaful hadits. Bagaimana penjelasan pertentangan satu hadits dengan hadits lainnya? Apalagi jika hadits nya sama-sama shahih maka tidak boleh hadits shahih satu membatalkan hadits lain yang juga sama-sama shahih.

Maka untuk memahami duduk perkara ini, kita harus mencari penjelasan pada hadits-hadits lainnya. Dan kita temukan penjelasannya pada hadits dari Anas bin Malik berikut ini :

Dari Anas bin Malik r.a. ia berkata : “Pada awalnya dimakrukan berbekam untuk orang yang berpuasa, yaitu saat Ja’far bin Abu Thalib berbekam, padahal ia sedang berpuasa. Lantas ia berpapasan dengan Nabi s.a.w. dan bersabda : ‘Puasa dua orang ini (yaitu yang dibekam dan membekam) telah batal’. Kemudian Nabi s.a.w. membolehkan berbekam bagi orang yang berpuasa. (Perawi mengatakan) Dan Anas bin Malik juga pernah berbekam sedangkan ia sedang berpuasa” (Atsar.R. Daruquthni Jilid II Hal. 182)

Dalam hadits yang lain dijelaskan bahwa ternyata sejarahnya Rasulullah s.a.w. memakruhkan berbekam ketika puasa adalah karena Rasulullah s.a.w. pernah pingsan ketika dibekam dalam keadaan berpuasa :

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Bab dari Al Hajjaj dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah s.a.w. berbekam saat berpuasa dan ihram. Lalu beliau pingsan karenanya,. Selanjutnya Ibnu Abbas berkata; “Karena itulah beliau memakruhkan berbekam bagi yang sedang berpuasa.” (H.R. Ahmad No. 2117)

Maka kesimpulannya adalah ternyata bahwa berbekam ketika puasa itu makruh jika hal itu menyebabkan lemahnya fisik, lemas, atau sakit apalagi pingsan seperti dialami Rasulullah s.a.w. di atas. Maka jika keluarnya darah itu membuat payah atau lemah fisiknya, tidak boleh seseorang memaksakan diri untuk meneruskan puasanya. Sedangkan jika berbekam itu tidak menyebabkan lemas atau lemah fisiknya maka tidak batal puasanya.

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, aku mendengar Tsabit Al Bunaniy berkata; Anas bin Malik r.ah. pernah ditanya : “Apakah engkau membenci berbekam ketika berpuasa? Dia menjawab: “Tidak, kecuali jika fisiknya lemah”. (H.R. Bukhari No. 1804)

Dari sini dapat kita ambil hukum donor darah, transfusi darah, suntikan dan periksa darah secara qiyas bahwa jika hal itu tidak menyebabkan lemas atau lemah fisiknya maka tidak batal puasanya dan jika keluarnya darah itu membuat payah atau lemah fisiknya, tidak boleh seseorang memaksakan diri untuk meneruskan puasanya alias batal puasanya.

Wallahua’lam.

2 thoughts on “DONOR DARAH DAN TRANSFUSI DARAH KETIKA PUASA

  1. Jubah Dress says:

    You are the best in this issue … yg tu jer nak ucap.. 🙂

  2. Init says:

    Terima kasih artikelnya, sangat membantu sebagai rujukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s