SHALAT ‘ID DI MASJID ATAU LAPANGAN? (JILID 1)

SHALAT ‘ID DI MASJID ATAU LAPANGAN? (JILID 1)

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Esok hari Insya Allah umat Islam akan melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Melaksanakan shalat hari raya ‘Idul adha atau idul fitri sendiri hukumnya adalah sunnah muakkad yaitu sunnah yang sangat ditekankan pelaksanaannya karena Rasulullah s.a.w. tidak pernah meninggalkannya. Sebagian dari umat Islam akan melaksanakannya di lapangan sedangkan bagi sebagian yang lain melaksanakan di masjid. Baik yang melaksanakan di lapangan maupun melaksanakan di dalam masjid, keduanya sama-sama sah shalatnya.

Namun sangat disayangkan ada sebagian orang yang bersikap berlebihan dengan mengatakan bahwa yang melaksanakan shalat di masjid adalah bid’ah dan tidak sesuai dengan sunnah. Sikap ini dibalas tidak kalah sengitnya dengan pihak yang shalat di masjid dengan mengatakan bahwa yang shalat di lapangan itu tidak sah shalatnya, karena di lapangan banyak najis dan tahi binatang. Sedangkan tidak sah shalat orang di tempat najis.

Masalah ini termasuk masalah khilafiyah (yang memungkinkan terjadi perbedaan pendapat). Baik yang melaksanakan shalat di lapangan maupun di masjid, keduanya mengikuti salah satu pendapat imam madzhab, sehingga tidak boleh pendapat madzhab yang satu menganggap sesat madzhab yang lain karena tiap-tiap imam madzhab memiliki kapasitas sebagai mujtahid (berhak melakukan ijtihad).

Sebenarnya inti dari perbedaan pendapat masalah ini adalah seputar istilah “mushola” dalam hadits-hadits yang menjelaskan tentang shalat hari raya. Secara kamus mushola artinya memang tempat sholat. Mendengar kata musholla kita langsung terbayang masjid kecil tempat sholat. Sehingga sebagain berpendapat bahwa mushola di sini maksudnya adalah masjid. Namun sebagian lain berpendapat istilah musholla maksudnya adalah lapangan.

Kami menjumpai beberapa tulisan sebagian orang yang bersikap berat sebelah dan tidak adil dalam rangka membenarkan pendapatnya. Maka dalam kesempatan ini ada baiknya kita mengetahui duduk masalahnya secara adil. Yang dimaksud adil di sini adalah kita harus sampaikan semua dalil yang tersedia terkait permasalahan ini tanpa menutup-nutupi dalam rangka membenarkan salah satu pendapat. Demikian pula berbagai alasan dan penafsiran masing-masing kelompok harus dibahas secara adil kelebihan dan kekurangannya.

KELOMPOK YANG BERPENDAPAT SHALAT ‘ID HARUS DI MASJID

Kelompok yang berpendapat bahwa shalat hari raya harus di masjid berkata bahwa
dalam hadits disebutkan “musholla” (tempat sholat) ” atau “musmaliin” (tempat sholatnya kaum muslimin) dan tidak pernah menyebut lapangan, sebagaimana hadits berikut ini :

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepadaku Zaid bin Aslam dari ‘Iyadl bin ‘Abdullah bin Abu Sarah dari Abu Sa’id Al Khudri berkata, “Pada hari raya Idul Fitri dan Adlha Rasulullah s.a.w. keluar menuju musholla dan pertama kali yang beliau kerjakan adalah shalat hingga selesai..” (H.R. Bukhari No. 903)

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz dari Dawud dari ‘Iyadh bin ‘Abdullah dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah s.a.w. pada hari Idul Fitri dan Idul Adha ke Musholla lalu Beliau shalat bersama manusia. (H.R. Nasa’i No. 1558)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id Al Aili berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Yahya bin Sa’id dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah s.a.w. melaksanakan shalat ‘ied di musholla dengan menjadikan tombak sebagai satirnya (sutrohnya). ” (H.R. Ibnu Majah No. 1296) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin ‘Abdurrahman dari Amru bin Abu Amru dari Al Muthallib dari Jabir bin Abdullah ia berkata : “Aku pernah mengikuti shalat ‘idul adhha bersama Nabi s.a.w. di musholla, maka ketika selesai berkhutbah beliau turun dari mimbar. (H.R. Tirmidzi No. 1441) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar mandi pada Hari Raya Idul Fitri sebelum pergi ke musholla.” (Atsar .R. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ No. 384)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, serta Khalaf bin Hisyam Al Muqri`, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Manshur dari Rib’i bin Hirasy dari seorang sahabat Nabi s.a.w, ia berkata : “Orang-orang berselisih mengenai akhir hari Ramadhan. Kemudian terdapat dua orang badui yang datang dan memberikan persaksian di hadapan Nabi s.a.w. dengan nama Allah, sungguh mereka telah menyaksikan Hilal kemarin sore. Kemudian Rasulullah s.a.w. memerintahkan orang-orang agar berbuka. Khalaf menambahkan dalam haditsnya; dan agar mereka pergi ke musholla mereka. (H.R. Abu Daud No. 1992)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al Iskandari, dari ‘Amr dari Al Muththalib dari Jabir bin Abdullah, ia berkata : “Saya menyaksikan bersama Rasulullah s.a.w. Shalat Adha di musholla, kemudian tatkala menyelesaikan khutbahnya beliau turun dari mimbarnya, dan beliau diberi satu ekor domba kemudian Rasulullah s.a.w. menyembelihnya, dan mengucapkan: “BISMILLAAHI WALLAAHU AKBAR, HAADZA ‘ANNII WA ‘AN MAN LAM YUDHAHHI MIN UMMATI” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, ini (kurban) dariku dan orang-orang yang belum berkurban dari umatku). (H.R. Abu Daud No. 2427)

KELOMPOK YANG BERPENDAPAT SHALAT ‘ID HARUS DI LAPANGAN

Jika kita mengartikan musholla seperti pada bahasa Indonesia maka yang terbayang memang sebuah bangunan atau ruangan kecil yang digunakan untuk sholat. Namun dalam hadits yang lain dijelaskan bahwa yang dimaksud musholla adalah tanah yang lapang dan bukan bangunan tempat shalat sebagaimana hadits berikut :

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Auza’i berkata, telah mengabarkan kepadaku Nafi’ dari Ibnu Umar berkata, “Di pagi menjelang siang Rasulullah s.a.w. keluar saat hari shalat id, membawa tombak kecil (untuk sutrah). Ketika sampai di tempat musholla, tombak kecil itu ditancapkan di antara beliau dan hadapannya lalu beliau shalat ke hadapannya. Dan itu karena tanah musholla adalah tempat yang terbuka dan tidak ada apapun yang menutupinya. ” (H.R. Ibnu Majah No. 1294) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.

Dalam hadits di atas dikatakan bahwa yang dimaksud musholla (tempat sholat) di sini adalah tanah terbuka yang tidak ada sesuatu menutupinya. Maka jelas musholla ini bukan bangunan masjid kecil atau musholla seperti istilah dalam bahasa Indonesia. Maka tidak salah jika penerjemah sering langsung saja menerjemahkan musholla ini adalah tanah lapang atau lapangan.

Dan memang istilah mushollah sering dipakai untuk mengistilahkan lapangan seperti misalnya pada hadits ini :

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah, bahwa Abu Usamah telah menceritakan kepada mereka dari Usamah dari Nafi’ dari Ibnu Umar, bahwa Nabi s.a.w. menyembelih kurbannya di musholla dan Ibnu Umar melakukan hal tersebut. (H.R. Abu Daud No. 2428)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad dan saya mendengarnya dari Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Usamah dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dia menyembelih udhiyah (hewan kurban) -nya di musholla pada hari Nahr dan dia menuturkan bahwa Nabi s.a.w. melakukan seperti itu. (H.R. Ahmad No. 5609)

Telah mengabarkan kepadaku seorang yang telah mendengar Jabir bin Abdullah Al Anshari berkata : “Aku termasuk diantara orang yang merajamnya. Maka kami merajamnya di musholla di Madinah” (H.R. Bukhari No. 4866)

Jika musholla di situ diartikan bangunan tempat sholat atau masjid maka tidak mungkin menyembelih hewan di dalam masjid. Bahkan hukuman rajam juga disebutkan dilaksanakan di musholla. Rasanya tidak mungkin jika hukuman rajam dilaksanakan di dalam masjid.

BERSAMBUNG..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s