ANEKDOT AYAT BABI

yang-membodohi-siapa

Suatu hari di negeri sebelah heboh soal pernyataan kontroversial tukang jual bakso babi yang menyatakan : “Soal bapak ibu mau beli atau tidak beli bakso babi saya itu terserah hak bapak ibu…tapi jangan mau dibohongi orang yang mengutip Q.S. Al-Baqarah [2] : 173 jangan mau dibodohi kalau makan bakso saya masuk neraka.. karena maksud ayat itu bukan itu….”

Perlu diketahui isi Q.S. Al-Baqarah [2] : 173 artinya adalah “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi” Berdasarkan ayat ini maka ulama Islam mengharamkan makan daging babi.

Kita tidak menemukan tafsir lain dari makna ayat di atas kecuali memang daging babi diharamkan….sehingga kalau ada ulama, kalau ada sama-sama pedagang, yang menyampaikan kepada orang lain agar jangan makan daging babi karena diharamkan itu bukan lah membohongi dan bukan pula membodohi.

“Saya ini 9 tahun sekolah Islam dan sudah sejak 2013 jualan bakso, dan saya sering menjumpai sesama penjual bakso yang rasis dan pengecut menggunakan ayat ini untuk mempengaruhi pembeli agar jangan beli bakso saya… jangan bawa2 Al-Qur’an dalam masalah dagang!! Itu namanya memanfaatkan ayat Al-Qur’an !“ Kata pedagang bakso babi yang merasa kesal dan dirugikan dengan banyaknya orang yang mengutip ayat tersebut sehingga ia khawatir dagangannya tidak laku.

Sebetulnya disebut rasis gak juga sih. Kebetulan saja yang jual bakso babi itu orang tionghoa…maka dia menuduh pedagang bakso lain sebagai rasis. Yang jadi larangan makan babinya kok bukan soal ras nya. Andaikata yang jual bakso babi itu orang jawa sekalipun, maka pedagang bakso yang sama-sama orang jawa pun akan tetap dikatakan jangan beli bakso babi, karena Islam melarang makan dagin babi. Lha memang Islammelarang makan babi kok. Ini bukan sebuah pembodohan dan bukan pula pembohongan.

“Lho saya tidak mengatakan bahwa Al-Qur’an membohongi dan membodohi !!” Kata penjual tukang baso ketika ditanya wartawan. “Yang membohongi dan membodohi itu adalah sesama penjual bakso yang iri melihat bakso saya laku.. lalu menggunakan ayat untuk menghalangi orang memilih bakso saya!!! ….maksud ayat itu bukan itu….maksudnya kan jangan berteman bersahabat dengan tukang bakso babi” kata tukang baso membela diri.

Nah kok tukang bakso bisa ngomong maksud ayat itu bukan itu?? Kok “sampeyan” lebih tahu maksud ayat itu dibanding para ulama sejak zaman dahulu kala ya? Jadi kalau ayat itu maksudnya bukan mengharamkan makan babi lalu maksudnya apa dong??? Tanya masyarakat pada si penjual bakso itu? Berdasarkan tafsir apa tukang bakso itu bisa bilang makna ayat itu bukan seperti itu?

Jelas dalam ayat Q.S. Al-Baqarah [2] : 173 kata “babi” ya maknanya “babi”. Mana mungkin maknanya adalah “ketoprak” atau “sayur jengkol” ???? Ya mau gimana lagi memang Al-Qur’an melarang hal itu kok. Masing-masing kan ada rejekinya. Yang non-muslim mau makan babi silakan. Kalau yang muslim ya semestinya mengindahkan larangan Allah ini. Tidak perlu mencari alasan atau merasa tidak enak dengan orang lain.

Yang lebih lucu lagi ada tokoh Islam tiba-tiba dengan gaya bijak berkata “sudah jelas faktanya bahwa apa yang dikatakan tukang bakso itu sama sekali tidak ada penghinaan ayat Al-Qur’an”

Lho, kalau sudah jelas maknanya memang “babi” lalu dikatakan maknanya “bukan babi” ini bisa disebut melecehkan gak ya? Bisa disebut menghina gak ya? Lalu yang membohongi dan membodohi ini sebenarnya siapa??

Lalu seorang tokoh mengatakan “betul itu..ini bukan penghinaan..ini Cuma persaingan bisnis antar pedagang bakso aja !!!”

“Pusing gua bro.. terserah masing-masing aja menilai ini menghina apa gak? Kata bapak-bapak yang nongkrong di warteg,

Lebih aneh lagi ada seorang habib atau ahlul bait (orang Arab yang konon bermarga kelas tinggi keturunan Nabi s.a.w.) berkata : “Jangan bawa-bawa ayat Al-Qur’an dalam masalah dagang!”

“Waladalah biiib…jadi ayat Al-Qur’an cuma dipake waktu sholat dan tahlilan doang yang Bib?? Kata santri yang sering dikatain bahlul sama kyainya.

“Yang bahlul itu ane apa ente sih Bib??

Ternyata ini hanyalah sekelumit ironi dari negeri sebelah

TULISAN LAIN TERKAIT :
https://seteteshidayah.wordpress.com/2016/10/27/ahok-menistakan-agama-atau-tidak-sih/
https://seteteshidayah.wordpress.com/2016/10/27/apakah-salah-mengartikan-auliya-pemimpin/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s