APAKAH BUMI DATAR ATAU BULAT?

JILID 1

pinggiran-bumi

“Seperti apa bentuk bumi? Apakah bumi berbentuk datar atau bulat?” Perdebatan masalah ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dan di zaman sekarang ini, di tengah ilmu pengetahuan dan cara berfikir sudah canggih, masih ada orang yang berpendapat bumi itu datar. Pendapat ini sah-sah saja. Dan sepanjang tidak menyangkut hal yang ghaib, tentu bisa dibuktikan dengan indera dan otak yang kita miliki.

Namun persoalan ini menjadi serius, karena ada orang yang mengatakan bahwa menurut Islam, bumi itu adalah datar. Pendapat ini dilontarkan bukan dengan bukti pengamatan alam, atau eksperimen ilmiah melainkan dengan mengutip ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah s.a.w. Mereka juga mengutip pendapat dari ulama-ulama salaf yang mengemukakan bahwa bumi adalah datar. Kalau kita kita tidak setuju dengan ini, seolah dikatakan kita menentang Al-Qur’an dan Hadits

Syaikh terkemuka dari Jazirah Arabia, konon Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, mengatakan bahwa bumi itu datar dan barang siapa mengatakan bumi itu bulat adalah kafir dan harus dihukum. Konon pula, Syaikh Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan dan Syaikh Al-Khaybari, mengamini pendapat tersebut. Hal ini bisa disaksikan di video rekamannya yang beredar di youtube.

Pendapat bahwa bumi datar, didukung oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits, sehingga menjadi sakral dan berdosa jika membantahnya. Maka serta merta pendapat ini direpdoduksi ulang oleh pemuda-pemuda dari berbagai belahan dunia yang sedang semangat membara mengkaji Islam.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada para Masayikh yang tidak terkira tinggi ilmu agamanya, dan tidak diragukan kesholehannya, kami harus sampaikan bahwa yang sedang kita bahas di sini bukanlah dzat Allah yang ghaib, yang kita tidak akan pernah mengetahuinya dengan akal yang tidak akan bisa kita indera dengan panca indera kita. Yang kita bahas ini bukanlah surga,  neraka, hari kiamat, alam barzakh dan hal-hal lain yang hanya bisa kita ketahui dari khobar nash Al-Qur’an dan Hadits.

Adapun yang sedang yang kita bahas di sini adalah bumi, adalah matahari, adalah bulan, adalah planet-planet dan bintang-bintang, benda nyata yang sehari-hari bisa sama-ama kita lihat, bisa kita observasi, bisa diamati, bisa dihitung, dan bisa kita fikirkan bersama. Sama seperti pohon daunnya hijau, air adalah benda cair dan nasi terbuat dari beras, semua adalah perkara zhahir (nyata) yang bisa kita amati.

Maka untuk membahas ini ada dua kacamata, yaitu pembahasan dari kaca mata ilmiah dan dari kacamata dalil-dalil syar’i (Al-Qur’an dan Hadits).

Jika Berbentuk Lempengan, Pasti Ada Tepinya

Kita mulai dari pertanyaan sederhana saja. Tidak perlu berfikir terlalu canggih ala profesor untuk menguji bumi ini datar atau bulat.

Kita asumsikan yang namanya berbentuk datar itu seperti lempengan atau papan. Entah itu lempengan atau papan atau lembaran tebal atau tipis tidak pengaruh. Yang penting lempengan datar. Jika lempengan ini di lihat dari atas, bentuk nya itu bisa kotak seperti baki, atau lingkaran seperti piring atau segitiga apa saja yang penting ia datar. Maka apapun itu lempeng kotak atau lingkaran, yang namanya lempengan itu tentu ada batas tepiannya atau batas pinggirannya. Ini adalah sebuah keniscayaan yang semua orang bisa memahaminya. Dan ini adalah hukum alam yang mana hukum alam ini adalah sunatullah, hukum Allah juga.

Nah jika bumi ini berbentuk lempengan datar, maka seandainya kita berjalan terus entah ke arah mana saja, ribuan atau jutaan kilometer, tentu akan sampai pada batas pinggiran bumi.

Hal inilah yang pertamakali terfikir oleh para ilmuwan sejak ribuan tahun lalu. Hal ini lah yang pertama kali harus dijawab oleh manusia yang menyangka bumi ini adalah dataran luas berbentuk lempengan. Lalu pinggirannya itu berupa apa?

Bangsa Mesopotamia percaya bumi itu datar dan percaya batas tepian bumi adalah laut maha luas dan maha dalam yang disebut Okeanos. Dari sini muncul istilah dalam bahasa Inggris “Ocean” yang artinya samudera. Ahli Filsafat Yunani dan Pulau Kreta, Siprus seperti Thales, Leucipus, Democritus, Anaximenes, Hecateus, dll percaya bumi adalah datar dan dikelilingi laut.

Bangsa Jerman kuno percaya bumi datar dan tepiannya adalah laut yang dihuni monster ular raksasa bernama Jormungandr.Orang Indian percaya pinggiran bumi adalah jurang yang sangat dalam. Sementara sebagian orang India percaya bahwa tepian bumi ini dibatasi oleh gunung yang sangat tinggi.

Saya penasaran dengan orang yang menganut teori bumi berbentuk lempeng datar pada zaman modern ini kira-kira pinggiran atau tepian bumi itu apa menurut mereka ? Saya menemukan tulisan dan video di youtube, baik dikemukakan oleh muslim maupun kristen fundamentalis, bahwa mereka mengatakan pinggiran bumi itu adalah tembok es dan benua es yang tak bertepi.Jadi bumi ini dikelelingi tembok es yang sangat tinggi dan luasnya tak berbatas.

Teori seperti ini pernah dikemukakan oleh Birley Rwbotham (1816-1884) dalam buku Zetetic Astronomy yang mengatakan bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh benua es.
Jika memang demikian, maka jika Anda berjalan di benua Es itu terus dan terus sampai 1 Milyar tahun pun, Anda tidak akan sampai sampai. Karena memang tak berujung.

Kenyatannya, Ekspedisi James Cook tahun 1773-1774 telah 3 X mengelilingi benua Antartica. Dari situ James Cook menyatakan bahwa hipotesis mengenai adanya Terra Australis Incognita (Daratan Selatan Yang Tak Dikenal) adalah tidak ada. Mungkin lebih bagus jika penganut teori bumi datar yang meyakini pinggiran bumi adalah dataran es tak terhingga ini mencoba menjelajahi sendiri benua Antartica.

Teori mengenai adanya Terra Australis Incognita juga dikemukakan oleh Alexander Dalrymple. Sebelumnya teori tentang adanya pinggiran bumi berupa daratan Es tak terbatas ini tercantum dalam peta Abraham Ortelius tahun 1570 yang disebu dengan Terra Australis Nondum Cognita (Daratan Paling Selatan Yang Belum Diketahui). Sebelum itu Laksamana Piri Rei dari Turki Utsmani telah membuat peta detil benua Antartica pada tahun 1513.

Penganut bumi datar mengatakan bahwa dalam buku laporan James Cook dikatakan telah mengelilingi Antartika sejauh 60.000 km selama 2 tahun. Ini adalah 3,5 kali keliling bumi. Berarti James Cook sebenarnya mengelilingi pinggiran seluruh lempengan bumi seperti pinggiran piring atau baki.Perjalanan Cook ini membuktikan teori bahwa tepian bumi dikelilingi Tembok Es raksasa luasnya tak terhingga.

Jelas ini adalah kebohongan atau kegilaan. Catatan mana yang menyatakan James Cook menempuh 60.000 km ? Zaman sekarang pesawat sudah bisa terbang ke Antartika bahkan 500 orang lebih sudah mendaki gunung tertinggi di Antartika. Dan tidak ada laporan bahwa itu adalah dinding Es Raksasa dengan luas tak terbatas.

Ekspedisi Manusia Mengeilingi Bumi

Lebih afdhol memang jika Anda mencobanya sendiri bepergian atau terbang teruuuss ke satu arah terserah. entah itu ke Utara, Selatan, Timur atau Barat Buktikan apa yang akan terjadi? Apakah suatu ketika menabrak dinding es? Atau suatu ketika lepas ke angkasa?

Para ilmuwan dan penjelajah sejak ribuan tahun lalu memiliki rasa penasaran yang sama dengan Anda. Namun selama ribuan tahun pula tidak ada yang berani nekat menjelajahi lautan sampai ke ujung karena diliputi oleh keyakinan dan mitos mengenai hal mengerikan yang akan dijumpai di ujung dunia itu.

Berbagai cerita dan teori dikemukakan orang mengenai seperti apa pinggiran bumi itu. Ada yang bilang di sana bakal ketemu monster raksasa. Ada yang bilang di sana akan jatuh ke jurang amat dalam tak berkesudahan. Ada juga yang bilang di sana akan tersedot ke lubang tak berhingga.

Lasamana Piri Rei adalah penjelajah Kekhalifahan Ottoman yang pertama kali menjelajahi mengelilingi bumi pada taun 1513. Dari perjaanan mengelilingi bumi itu ia membuat peta dunia yang dikenal dengan peta Piri Rei. Peta ini kelak menjadi patokan bagi penjelajah Eropa dalam menemukan benua-benua.

Ketika terjadi Perang Salib antara Peradaban Islam dengan Peradaban Eropa (utamanya karena memperebutkan kota suci Yerusalem) timbul pertukaran pengetahuan. Pelaut Islam yang saat itu telah memiliki peta dunia Piri Rei dan juga alat navigasi seperti kompas, Astrolobe, dan teleskop, mempengaruhi kemajuan iptek di Eropa.

Ferdinand Magellan adalah penjelajah Portugis yang mencoba mengelilingi dunia. Dari Portugis ia berlayar mengarungi Samudera Atlantis ke arah Selatan, sampai di Patagonia lalu ia ke Barat mengarungi Samudera Pasific. Ia berangkat tahun 1480 dan mencapai Maluku pada 1521 (41 tahun). Rencananya ia akan pulang ke Portugis melalui Samudera Hindia. Namun ia keburu tewas dalam pertempuran Mactan dengan penduduk lokal di Kepulauan Philipina. Magellan sengaja merencanakan rute perjalanannya ke Barat sampai ketemu Maluku untuk mencari rempah-rempah. Lalu ia berencana pulang ke Portugis menempuh Samudera Hindia, tentu dengan terlebih dahulu tahu bahwa bumi ini bulat.

Coba Anda bayangkan, jika bumi itu datar, bagaimana mungkin Magellan berlayar dari Portugis ke Arah Barat kemudian tembus ke Pulau Maluku dan Philipina? Bukankah Maluku dan Philipina itu di sebelah Timur Indonesia dan sebelah Timur Eropa? Jadi Maluku itu Timur atau Barat?

Jika bumi itu bulat, maka Timur adalah Barat dan Utara adalah Selatan. Tergantung dari arah mana kita melihatnya. Seandainya bumi itu lempengan datar, seharusnya Magellan berangkat dari Portugis ke arah Timur agar bisa ketemu Pulau Maluku. Jika ia ke arah Barat sampai 1 Milyar tahun pun tidak akan ketemu Pulau Maluku.

Disusul kemudian dengan ekspedisi Christopher Colombus. Saat itu ingin mencapai India. Dia tahu bahwa India itu ada di sebelah Timur Eropa. Tapi untuk membuktikan teori bahwa bumi itu bulat, maka ia sengaja menempuh perjalanan ke Barat. Namun Colombus terlalu terburu-buru. Ketika ia menemukan benua Amerika, ia menyangka sudah sampai di India. Maka penduduk asli Amerika dijuluki suku Indian.

Kesimpulannya : cara “bodoh-bodoh-an ” membuktikan bumi ini datar atau bulat adalah dengan melakukan perjalanan. Jika bumi itu datar, jika kita terbang ke Selatan tidak mungkin akan tembus di Utara. Demikian pula tidak mungkin jika melakukan perjalanan ke Barat akan muncul di Timur. Ini adalah pembuktian paling gampang dan cara yang paling sederhana.

Para penganut teori bumi datar mengatakan bahwa kapal laut atau pesawat terbang bisa pergi ke Barat tembus ke Timur karena sebenarnya mereka berjalan berputar seperti lingkaran, namun tetap di atas bidang yang datar. Jawaban ini jelas ngasal dan tidak masuk akal. Lho bagaimana berputar seperti lingkaran, kan dia jalan luruuus terus ke satu arah. Kalau seperti itu berarti dia sedikit demi sedikit belok ke kiri atau ke kanan. Dan jika demikian, tentu orang yang pergi ke Barat, sedikit demi sedikit akan belok ke Selatan dulu atau belok ke kanan bertemu Utara dulu, baru kemudian bertemu Timur.

Pertanyaan masalah tepi bumi adalah persoalan paling fundamental dari teori bumi datar. Demikian pula dengan pengalaman pergi ke Barat tembus ke Timur dan pergi ke Utara tembus ke Selatan, juga bukti paling sederhana bahwa bumi adalah bulat. Adapun argumen bumi datar lainnya yang dikemukakan hanyalah bersifat pengamatan bagian bumi yang parsial yang tidak perlu ditanggapi, seperti naik kapal kelihatan horizon datar, naik pesawat terbang juga kelihatan horizon datar, dll.

BERSAMBUNG..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s