APAKAH BENAR KOMUNIS TIDAK KEJAM? FAKTA SEJARAH BERBICARA

Advertisements

HUTANG INDONESIA TERUS NAIK, NEGERI INI MAKIN TERBELENGGU HUTANG, SAMPAI KAPAN?

hutang-ln-indonesia-sejak-2000

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan pemerintah masih akan berutang untuk membayar bunga utang luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan jumlah defisit primer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar Rp 109 triliun.

Dengan pembiayaan utang yang cukup besar tersebut, maka untuk asumsi defisit anggaran tahun depan (2018) diasumsikan sebesar Rp 330,2 triliun. Surat Berharga Negara (SBN) akan diterbitkan sebesar Rp400 triliun untuk menutupi defisit anggaran. Jadi tahun depan (2018) pemerintah masih akan menambah hutang lagi sebesar Rp 400 Triliun. Dengan rencana ini maka diperkirakan tahun 2018 hutang pemerintah Indonesia mencapai

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mencatat total utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai Juli 2016 adalah Rp 4.247 Triliun (US$ 324,2 Milliar dengan kurs 13.000) Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta. mencapai USD164,5 miliar sementara ULN pemerintah sebesar USD159,7 miliar (Rp 2.076,1 Triliun)

Kalau kita lihat statistik ULN yang dirilis BI, maka di akhir 2015, ULN Indonesia adalah US$ 304,593 Mlliiar (atau Rp 3.959,7 Triliun). Artinya dalam 7 bulan naik US$ 19,6 Milliar atau naik Rp 286,987 triliun. Maka rata-rata sebulan ULN naik Rp 40,998 Triliun atau Rp 1,366 Triliun per hari.

Jika kita tinjau lebih mundur lagi, pada 2014 (akhir masa pemerintahan SBY), hutang pemerintah Indonesia mencapai US$ 293,763 Milliar (Rp 2.604,93 triliun) Artinya dalam periode 19 bulan naik Rp 1.642 Triliun. Maka rata-rata ULN naik Rp 86,,4 Triliun per bulan atau Rp 2,88 Triliun per hari.

Dengan kata lain pada masa pemerintahan Jokowi hutang Indonesia naik Rp 86,4 Triliun per bulan atau Rp 2,88 Triliun per hari. Memang ini adalah hutang pemerintah plus swasta. Namun hutang swasta ini termasuk BUMN dan sektor perbankan. Seharusnya pemerintah bisa mengendalikan pertambahan hutang luar negeri Indonesia

Yang menarik adalah jika hutang ke negara lain berkurang, namun hutang ke China justru melonjak drastis. Hutang Indonesia (gabungan pemerintah & swasta ) ke negeri Tirai Bambu, per Februari 2016, tumbuh melesat sebesar 59,05% dibanding periode yang sama tahun 2015. Besar hutang mencapai US$ 13,91 miliar naik dari setahun sebelumnya sebesar US$ 8,75 miliar. Jika Februari tahun lalu China masih merupakan kreditor nomor lima, maka tahun ini sudah ada di posisi ketiga.

Pinjaman ke Cina menjadi pilihan karena berbunga rendah dan tenor jangka panjang, yaitu 10 tahun. Selain itu Indonesia semakin banyak mengimpor barang dari Cina sedangkan ekspor Indonesia stagnan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menjelaskan “Indonesia itu lebih terpengaruh apa yang terjadi di China daripada Amerika Serikat. Apa yang membuat ekonomi Indonesia melambat dari 2012 sampai 2016 kan itu apa yang terjadi di China,”

Pinjaman lunak pihak Asing ini terkadang dibarengi dengan deal-deal-deal kepentingan strategis lainnya (tidak murni bisnis semata). Kadang kala pinjaman lunak dari negara asing disertai dengan kesepakatan harus menggunakan kontraktor dari negara pemberi hutang, harus menggunakan suku cadang dari negara pemberi hutang, harus membeli dari suppier dari negara pemberi hutang, sampai sekian persen menggunakan tenaga ahli dan pekerja dari dari negara pemberi hutang. Semoga hutang ini tidak menjadikan pemerintah terdikte oleh kepentingan Asing dan rakyat semakin menjadi jongos di negeri sendiri. Wallahua’lam

ULAR MENGGIGIT GERGAJI

ular-lawan-gergaji

 

Seekor ular tertusuk gergaji yang tergeletak di tanah, ia mengira gergaji besi itu telah menyerangnya.. maka ular tsb balik menyerang gergaji tsb, namun ia justru semakin tersakiti terluka di sana sini. Maka saking marahnya ular itu mengerahkan sekuat tenaga membelit gergaji tsb, maka tubuh ular tsb akhirnya terpotong potong. Keesokan harinya orang-orang heran menemukan ular yang terpotong-potong di tanah.

Terkadang kemarahan itu justru membuat kita tidak mampu berfikir dengan jernih dan menganalisa apa sebenarnya yang menimpa kita. Yang ada setiap kali kita melancarkan kemarahan, justru saat itu kita sedang menyakiti diri sendiri. Dan akhinya kemarahan tsb dapat membinasakan kita.

Amarah bisa menghilangkan kewaspadaan. Hilang sandal, lalu sibuk marah eh tau-tau malah kecopetan HP. Jadi terkadang kita harus pandai mengendalikan emosi karena emosi membuat perilaku kita tidak terkendali. Sementara musuh yang semula tidak memiliki celah untuk menyerang justru menemukan celah ketika kita terlalu marah.

Pelajaran dari perumpamaan sang ular di atas adalah, ia lebih mengedepankan emosi, sehingga lupa untuk mempelajari dan mengenali siapa lawannya, dan ia juga salah dalam menganalisa motivasi dan niat si gergaji. Sang ular salah paham menilai gergaji akan menyerangnya, padahal tidak. Sang ular tidak berhasil memahami kenapa ia tertusuk gergaji. Ia hanya paham bahwa dirinya terluka berarti dirinya diserang.

Hendaknya kita tidak boleh terburu emosi sehingga salah menganalisa situasi. Amarah kita juga menyebabkan kita salah lupa atau terlewat tidak sempat mempelajari siapa lawan dan musuh kita. Seandainya ular itu tahu, gergaji itu bukanlah musuhnya, justru ia bisa memanfaatkan gergaji sebagai senjata untuk melindunginya.

Sang ular juga gagal memahami situasi. Ia cenderung menyalahkan pihak lain. Padahal sandainya ular itu tahu, bahwa gergaji tidak bergerak apa-apa. Ia tertusuk karena kelalaiannya sendiri, dan bukan karena gergaji menyerangnya. Nah janganlah kita bersikap demikian. Karena emosi, kita cenderung menyalahkan pihak lain. Padahal diri kita terluka karena kesalahan dan kelalaian kita sendiri.