HUTANG INDONESIA TERUS NAIK, NEGERI INI MAKIN TERBELENGGU HUTANG, SAMPAI KAPAN?

hutang-ln-indonesia-sejak-2000

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun depan pemerintah masih akan berutang untuk membayar bunga utang luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan jumlah defisit primer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar Rp 109 triliun.

Dengan pembiayaan utang yang cukup besar tersebut, maka untuk asumsi defisit anggaran tahun depan (2018) diasumsikan sebesar Rp 330,2 triliun. Surat Berharga Negara (SBN) akan diterbitkan sebesar Rp400 triliun untuk menutupi defisit anggaran. Jadi tahun depan (2018) pemerintah masih akan menambah hutang lagi sebesar Rp 400 Triliun. Dengan rencana ini maka diperkirakan tahun 2018 hutang pemerintah Indonesia mencapai

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) mencatat total utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai Juli 2016 adalah Rp 4.247 Triliun (US$ 324,2 Milliar dengan kurs 13.000) Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta. mencapai USD164,5 miliar sementara ULN pemerintah sebesar USD159,7 miliar (Rp 2.076,1 Triliun)

Kalau kita lihat statistik ULN yang dirilis BI, maka di akhir 2015, ULN Indonesia adalah US$ 304,593 Mlliiar (atau Rp 3.959,7 Triliun). Artinya dalam 7 bulan naik US$ 19,6 Milliar atau naik Rp 286,987 triliun. Maka rata-rata sebulan ULN naik Rp 40,998 Triliun atau Rp 1,366 Triliun per hari.

Jika kita tinjau lebih mundur lagi, pada 2014 (akhir masa pemerintahan SBY), hutang pemerintah Indonesia mencapai US$ 293,763 Milliar (Rp 2.604,93 triliun) Artinya dalam periode 19 bulan naik Rp 1.642 Triliun. Maka rata-rata ULN naik Rp 86,,4 Triliun per bulan atau Rp 2,88 Triliun per hari.

Dengan kata lain pada masa pemerintahan Jokowi hutang Indonesia naik Rp 86,4 Triliun per bulan atau Rp 2,88 Triliun per hari. Memang ini adalah hutang pemerintah plus swasta. Namun hutang swasta ini termasuk BUMN dan sektor perbankan. Seharusnya pemerintah bisa mengendalikan pertambahan hutang luar negeri Indonesia

Yang menarik adalah jika hutang ke negara lain berkurang, namun hutang ke China justru melonjak drastis. Hutang Indonesia (gabungan pemerintah & swasta ) ke negeri Tirai Bambu, per Februari 2016, tumbuh melesat sebesar 59,05% dibanding periode yang sama tahun 2015. Besar hutang mencapai US$ 13,91 miliar naik dari setahun sebelumnya sebesar US$ 8,75 miliar. Jika Februari tahun lalu China masih merupakan kreditor nomor lima, maka tahun ini sudah ada di posisi ketiga.

Pinjaman ke Cina menjadi pilihan karena berbunga rendah dan tenor jangka panjang, yaitu 10 tahun. Selain itu Indonesia semakin banyak mengimpor barang dari Cina sedangkan ekspor Indonesia stagnan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menjelaskan “Indonesia itu lebih terpengaruh apa yang terjadi di China daripada Amerika Serikat. Apa yang membuat ekonomi Indonesia melambat dari 2012 sampai 2016 kan itu apa yang terjadi di China,”

Pinjaman lunak pihak Asing ini terkadang dibarengi dengan deal-deal-deal kepentingan strategis lainnya (tidak murni bisnis semata). Kadang kala pinjaman lunak dari negara asing disertai dengan kesepakatan harus menggunakan kontraktor dari negara pemberi hutang, harus menggunakan suku cadang dari negara pemberi hutang, harus membeli dari suppier dari negara pemberi hutang, sampai sekian persen menggunakan tenaga ahli dan pekerja dari dari negara pemberi hutang. Semoga hutang ini tidak menjadikan pemerintah terdikte oleh kepentingan Asing dan rakyat semakin menjadi jongos di negeri sendiri. Wallahua’lam

TIDAK USAH HERAN, KENAPA BANYAK PENGHIANAT DI NEGERI INI

Memperingati sumpah pemuda dan hari pahlawan 10 November. Tahukah Anda ada 13.000 bangsa indonesia yang dahulu bersedia bergabung dengan Tentara KNIL ? Tentara KNIL yang dahulu dijuluki Anjing Nica, sebagai tentara penjajah, tentu mereka harus berhadapan dengan bangsa sendiri. Ini belum termasuk 6.000 tentara merchausssee (marsose) yang dahulu  memerangi Aceh.

menyembah-penjajah-02

Kalau kita belajar sejarah bangsa Nusantara, pasti dipenuhi dengan kisah pengkhianatan bangsa sendiri. Tidak sulit menemukan bangsa pribumi yang bersedia memihak kepada penjajah.Tidak sulit menemukan bangsa pribumi yang bersedia memberi info, memberitahu persembunyian pejuang, bahkan disuruh membunuh pejuang bangsa sendiri, dengan imbalan uang yang amat kecil.

Sejarah juga mencatat raja-raja Nusantara amat mudah diadu domba dan dipecah belah, memerangi saudara kandung sendiri, demi memperebutkan kekuasaan. Bahkan semenjak Penjajah belum menginjakkan kaki di bumi Nusantara ini pun, kaum pribumi sudah saling sikut saling injak, saling fitnah bahkan saling bunuh untuk memperebutkan kekuasaan.

Maka wajar saja Bangsa Belanda yang penduduknya cuma beberapa juta bisa menjajah Nusantara yang penduduknya lebih banyak berkali-kali lipat.

Menurut Dr. Amien Rais, mentalitas Inlander ini tidak hanya mewabah di kalangan rakyat bawah. Tapi juga dialami, dengan sama-sama akutnya, oleh para pemimpin dan elite politik kita.

Persoalan fundamental negeri ini adalah belum tubuhnya rasa kepercayaan diri dan masih dihinggapi perasaan minder, memandang bangsa asing lebih superior dan bangsa sendiri lebih inferior.

Tidak terkecuali hal ini menghinggapi umat Islam. Dalam konteks umat Islam, maka rasa minder dan tidak percaya diri ini, melihat umat lain lebih superior, karena kenyataanya umat lain lebih maju teknologinya, lebih banyak duitnya, lebih makmur duniawinya.

Sehingga segala hal yang berasal dari asing dianggap lebih hebat. Lebih bangga menggunakan buatan asing ketimbang buatan sendiri. Lebih parah lagi, adalah hilangnya produktifitas dan enggan mencoba untuk memproduksi sendiri. Karena untuk apa memproduksi sendiri karena pasti lebih jelek dan pasti tidak laku.

Demikian pula lebih rela bosnya orang asing daripada bangsa sendiri. Kalau yang menjadi bos adalah bangsa asing, orang pribumi cenderung lebih patuh. Karena merasa wajar bangsa asing yang ngatur. Kalau bangsa sendiri yang jadi majikan, cenderung lebih berani melawan. Kalau bangsa sendiri yang jadi bos, cenderung lebih sulit diatur. Karena menganggap “aku dan dia kan sama-sama pribumi, jadi kenapa dia perintah2 aku? Kita sama sederajat kok” Kira-kira begitu pikirannya.

Maka umat Islam harus lebih mempelajari sejarah peradaban Islam, harus lebih mengetahui bahwa supremasi peradaban itu dipergilirkan antara bangsa-bangsa di dunia. Kebetulan saja saat ini Bangsa Barat yang memimpin. Itu pun kalau ditinjau dari sisi duniawinya. Adapun dari sisi ukhrawi moral dan spiritualnya, orang Timur justru lebih baik daripada orang Barat.

Di satu sisi Bangsa-Bangsa Barat maju dari segi iptek, namun kehidupan akhlak, moral dan spirituanya mengalami kemerosotan. Sayangnya Bangsa Timur justru terpengaruh Bangsa Barat dalam pola berpikir materialis. Sehingga kurang mempertimbangkan aspek non fisik ini.

POLLING / JAJAK PENDAPAT : MENURUT ANDA FENOMENA MENGGELEMBUNGNYA DEMO 4 NOV INI KARENA APA? (BERGUNA BAGI PIHAK YANG TERTARIK INGIN MEMAHAMI FENOMENA SOSIAL INI)

This polling about 4 november action / demonstration will usefull for anyone who curious ini this social phenomenon. Lots of analysis have written only based on prejudice and subjective opinion. So we also curios to understand what people says about this phenomenon. So don’t be hasitate to fill the polling
Polling / jajak pendapat ini berguna bagi siapa saja yang tertarik ingin memahami fenomena sosial ini, karena banyak yang mencoba menganalisanya dan kemudian mereka-reka sendiri dengan opini subyektif pikirannya sendiri kemudian salah memahami fenomena ini. Kami pun ingin tahu ada apa sebenarnya dalam pikiran masyarakat.

ADA APA DENGAN 4 NOVEMBER?

mereka-tidak-mengerti

Bukan ada apa dengan cinta. Tapi ada apa dengan 4 November? Fenomena ini menjadi topik hangat yang dibahas di berbagai media cetak dan elektronik arus utama di manca negara. Mereka mencoba menganalisa mengapa fenomena Ahok ini sampai menggelembung sedemikian besarnya?

Membaca berbagai analisa terkait fenomena betapa cepat dan betapa menggelembungnya ajakan untuk demo 4 November soal Ahok ini, ternyata di situ saya bisa melihat banyak yang tidak bisa menangkap esensi dari persoalan ini.

Ternyata banyak orang yang gagal memahami , fenomena ini. Karena memang pemahaman mereka berbeda dengan pelaku-pelaku demo ini. Banyak orang yang gagal merasakan persoalan ini. Karena memang perasaan mereka tidak bisa merasakan apa yang dirasakan pelaku-pelaku demo ini. Ketidakpahaman mereka berbanding lurus dengan siapa diri mereka.

Analisa mereka mencerminkan siapa diri mereka. Ketika ia tidak bisa memahami, menunjukkan memang mereka tidak satu pemahaman. Ketika mereka gagal merasakan, menunjukkan mereka memang tidak satu perasaaan. Sehingga bermuara pada satu kesimpulan “Mereka memang tidak mengerti”.

Ada yang mengatakan bahwa menggelembungnya persoalan Ahok ini karena ada pihak yang melakukan “propaganda yang masif” – logika “propaganda yang masif” ini diamini dan dipakai berulang-ulang oleh pihak-pihak yang setuju dengan premis ini—bahkan disamakan dengan propaganda ISIS. Konon katanya ISIS memiliki 50.00 akun twiter palsu. Dan dalam 1 minggu output ISIS muncul dalam 261 media dalam 6 bahasa. Ck..ck..ck…Rasanya demo 4 Nov tidak secanggih itu, akun-akun yang mengganti DP dengan tulisan Al-Maidah : 51 asli semua, karena kami mengenal orangnya. Bukannya yang canggih canggih seperti itu kerjaannya CIA dan Mossad? Bukannya yang gemar bikin akun-akun palsu itu kerjaannya Jasmev?

Ada yang mengatakan orang yang berdemo ini berotak kerdil. Ada yang mengatakan ternyata propaganda kehidupan akhirat lebih menakutkan daripada kehidupan dunia. Bagi orang ini, memang kehidupan akhirat tidak menakutkan. Mungkin dia tidak percaya surga dan neraka. Kehidupan akhirat pun disebut propaganda. Untung saja ia tidak menuduh Allah lah yang melakukan propaganda mengenai kehidupan akhirat. Ck..ck..ck..jangan-jangan kalian tidak percaya surga dan neraka?

Ada yang melecehkan bahwa orang yang berdemo ini dibayangi fantasi bermain seks dengan 72 bidadari surga. Ada yang mengatakan karena dibiayai Prabowo, dibiayai SBY puluhan milyar. Sehingga bermuara pada satu kesimpulan “Mereka memang tidak mengerti”. Ck..ck..ck..segitu picik-nya-kah kalian?

Sebetulnya sederhana saja menganalisanya. Yaitu dengan cara bertanya dan berandai-andai. Andai…Andaikan..Misalkan…yang menjadi isu bukan Al-Maidah : 51, walaupun dengan propaganda masif didanai 10 milyar? Apakah akan menjadi sebesar ini?

Andai…Andaikan..Misalkan…yang menjadi isu adalah penggusuran pedagang kecil..tidak berpihak pada rakyat keci walaupun dengan propaganda masif didanai 100 milyar? Disebarkan masif melalui medsos, Apakah hasilnya akan menjadi sebesar ini?

Andai…Andaikan..Misalnya…yang menjadi isu adalah seorang Bupati bicara taik lu! Goblok lu!..lalu isu ini diekspose besar-besaran, diback-up dengan propaganda masif didanai 1.000 Milyar ?  Apakah orang-orang akan bersedia mengganti DP dan Profile di Facebooknya dengan “meme” bertuliskan Taik lu .. Goblok lu?

Andai…Andaikan..Misalkan…yang menjadi persoalan adalah seorang Menteri kedapatan memimpin rapat sambil menenggak bir!..lalu isu ini diekspose besar-besaran, diback-up dengan propaganda masif didanai 1 Trilyun? Apakah akan datang berdemo dari berbagaai penjuru tanah air?”

Mereka mengatakan ini semua adalah sebagai hasil “Power of Propaganda”. Mereka mengatakan “betapa dahsyatnya medsos”. Mereka mengatakan “betapa dahsyatnya dana Prabowo” Mereka mengatakan “betapa kecilnya otak para pendemo” Mereka mengatakan “betapa dahsyat ketakutan akan hari akhirat” Mereka mengatakan : “betapa menggiyurkan nya propaganda 72 bidadari” Ck..ck..ck….

Kesimpulannya : mereka memang tidak paham karena tidak sepaham. Mereka tidak merasakan karena tidak satu perasaan. Dan yang seperti ini banyak.

Seperti surat –konon perwira TNI yang sedang di Malaysia alumniAkabri laut 82 Apa bener? Apa iya? Entahlah– tapi ia berhasil memahami fenomena ini berhasil merasakan. Ia menyatakan ini adalah power of Al-Qur’an. Ini adalah power of Allah.

Tanpa perlu biaya besar mereka, tak perlu membayari pulsa, tidak perlu mendanai nasi bungkus, tak perlu ngasi ongkos kopaja, tanpa komando, serentak rela mengganti DP-DP mereka, serentak mengganti Gambar Profile mereka..padahal mereka ini ada yang sholatnya masih belang bentong, padahal ada yang masih waktu adzan masi main catur. Tapi mereka semua tergerak ketika yang dinistakan adalah Al-Qur’an.

Persoalannya bukan soal Habib Rizieq atau FPI karena orang yang rela mengganti DP-DP dan mengganti Gambar Profile ini kemarinnya adalah orang yang membenci FPI.

Persoalannya bukan soal Ahook atau Aseng, karena orang yang rela mengganti DP-DP dan mengganti Gambar Profile ini kemarinnya pendukung Ahok dan sampai sekarang masih bekerja pada Aseng.

Persoalannya bukan karena gubernur atau kondektur. Persoalannya bukan karena momentum pilkada atau pil koplo. Persoalannya adalah karena yang dinistakan adalah Al-Qur’an.
Tak butuh Prabowo atau SBY. Tidak perlu dana milyaran, karena rakyat spontan bikin dapur umum di Condet. Silakan diboikot BBM silakan diboikot mobil-mobil bis dan kopaja, karena rakyat spontan merelakan mengantar pendemo.

Kesimpulannya : mereka memang tidak paham karena tidak sepaham. Mereka tidak bisa merasakan karena tidak satu perasaan. Dan yang seperti ini banyak.

Pakailah Nurani mu..ada apa ini? Dunia mulai merasakan getaran Energy surat Almaidah..

Ini fakta..Sabang sampai Marauke..mulai terasa tanpa komando..perintah apalagi Korlap dan Provokator.. demikian kata alumni Akabri laut 82 — Apa bener? Apa iya?– Entahlah– tapi ia berhasil memahami fenomena ini

Bagaimana dengan Anda Mr. Presiden? “Demo memang hak rakyat”. Sudah? Sampai disitu saja? Akankah Anda merasakan? Tidakkah Anda paham?

Kesimpulannya : mereka memang tidak paham karena tidak sepaham. Mereka tidak bisa merasakan karena tidak seperasaan. Maka bagimu amalanmu dan bagiku amalanku. Biarlah Allah dan Malaikat yang menilainya

Wallahu’alam

Abu Akmal Mubarok

APAKAH BUMI DATAR ATAU BULAT?

JILID 1

pinggiran-bumi

“Seperti apa bentuk bumi? Apakah bumi berbentuk datar atau bulat?” Perdebatan masalah ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dan di zaman sekarang ini, di tengah ilmu pengetahuan dan cara berfikir sudah canggih, masih ada orang yang berpendapat bumi itu datar. Pendapat ini sah-sah saja. Dan sepanjang tidak menyangkut hal yang ghaib, tentu bisa dibuktikan dengan indera dan otak yang kita miliki.

Namun persoalan ini menjadi serius, karena ada orang yang mengatakan bahwa menurut Islam, bumi itu adalah datar. Pendapat ini dilontarkan bukan dengan bukti pengamatan alam, atau eksperimen ilmiah melainkan dengan mengutip ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah s.a.w. Mereka juga mengutip pendapat dari ulama-ulama salaf yang mengemukakan bahwa bumi adalah datar. Kalau kita kita tidak setuju dengan ini, seolah dikatakan kita menentang Al-Qur’an dan Hadits

Syaikh terkemuka dari Jazirah Arabia, konon Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, mengatakan bahwa bumi itu datar dan barang siapa mengatakan bumi itu bulat adalah kafir dan harus dihukum. Konon pula, Syaikh Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan dan Syaikh Al-Khaybari, mengamini pendapat tersebut. Hal ini bisa disaksikan di video rekamannya yang beredar di youtube.

Pendapat bahwa bumi datar, didukung oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits, sehingga menjadi sakral dan berdosa jika membantahnya. Maka serta merta pendapat ini direpdoduksi ulang oleh pemuda-pemuda dari berbagai belahan dunia yang sedang semangat membara mengkaji Islam.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada para Masayikh yang tidak terkira tinggi ilmu agamanya, dan tidak diragukan kesholehannya, kami harus sampaikan bahwa yang sedang kita bahas di sini bukanlah dzat Allah yang ghaib, yang kita tidak akan pernah mengetahuinya dengan akal yang tidak akan bisa kita indera dengan panca indera kita. Yang kita bahas ini bukanlah surga,  neraka, hari kiamat, alam barzakh dan hal-hal lain yang hanya bisa kita ketahui dari khobar nash Al-Qur’an dan Hadits.

Adapun yang sedang yang kita bahas di sini adalah bumi, adalah matahari, adalah bulan, adalah planet-planet dan bintang-bintang, benda nyata yang sehari-hari bisa sama-ama kita lihat, bisa kita observasi, bisa diamati, bisa dihitung, dan bisa kita fikirkan bersama. Sama seperti pohon daunnya hijau, air adalah benda cair dan nasi terbuat dari beras, semua adalah perkara zhahir (nyata) yang bisa kita amati.

Maka untuk membahas ini ada dua kacamata, yaitu pembahasan dari kaca mata ilmiah dan dari kacamata dalil-dalil syar’i (Al-Qur’an dan Hadits).

Jika Berbentuk Lempengan, Pasti Ada Tepinya

Kita mulai dari pertanyaan sederhana saja. Tidak perlu berfikir terlalu canggih ala profesor untuk menguji bumi ini datar atau bulat.

Kita asumsikan yang namanya berbentuk datar itu seperti lempengan atau papan. Entah itu lempengan atau papan atau lembaran tebal atau tipis tidak pengaruh. Yang penting lempengan datar. Jika lempengan ini di lihat dari atas, bentuk nya itu bisa kotak seperti baki, atau lingkaran seperti piring atau segitiga apa saja yang penting ia datar. Maka apapun itu lempeng kotak atau lingkaran, yang namanya lempengan itu tentu ada batas tepiannya atau batas pinggirannya. Ini adalah sebuah keniscayaan yang semua orang bisa memahaminya. Dan ini adalah hukum alam yang mana hukum alam ini adalah sunatullah, hukum Allah juga.

Nah jika bumi ini berbentuk lempengan datar, maka seandainya kita berjalan terus entah ke arah mana saja, ribuan atau jutaan kilometer, tentu akan sampai pada batas pinggiran bumi.

Hal inilah yang pertamakali terfikir oleh para ilmuwan sejak ribuan tahun lalu. Hal ini lah yang pertama kali harus dijawab oleh manusia yang menyangka bumi ini adalah dataran luas berbentuk lempengan. Lalu pinggirannya itu berupa apa?

Bangsa Mesopotamia percaya bumi itu datar dan percaya batas tepian bumi adalah laut maha luas dan maha dalam yang disebut Okeanos. Dari sini muncul istilah dalam bahasa Inggris “Ocean” yang artinya samudera. Ahli Filsafat Yunani dan Pulau Kreta, Siprus seperti Thales, Leucipus, Democritus, Anaximenes, Hecateus, dll percaya bumi adalah datar dan dikelilingi laut.

Bangsa Jerman kuno percaya bumi datar dan tepiannya adalah laut yang dihuni monster ular raksasa bernama Jormungandr.Orang Indian percaya pinggiran bumi adalah jurang yang sangat dalam. Sementara sebagian orang India percaya bahwa tepian bumi ini dibatasi oleh gunung yang sangat tinggi.

Saya penasaran dengan orang yang menganut teori bumi berbentuk lempeng datar pada zaman modern ini kira-kira pinggiran atau tepian bumi itu apa menurut mereka ? Saya menemukan tulisan dan video di youtube, baik dikemukakan oleh muslim maupun kristen fundamentalis, bahwa mereka mengatakan pinggiran bumi itu adalah tembok es dan benua es yang tak bertepi.Jadi bumi ini dikelelingi tembok es yang sangat tinggi dan luasnya tak berbatas.

Teori seperti ini pernah dikemukakan oleh Birley Rwbotham (1816-1884) dalam buku Zetetic Astronomy yang mengatakan bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh benua es.
Jika memang demikian, maka jika Anda berjalan di benua Es itu terus dan terus sampai 1 Milyar tahun pun, Anda tidak akan sampai sampai. Karena memang tak berujung.

Kenyatannya, Ekspedisi James Cook tahun 1773-1774 telah 3 X mengelilingi benua Antartica. Dari situ James Cook menyatakan bahwa hipotesis mengenai adanya Terra Australis Incognita (Daratan Selatan Yang Tak Dikenal) adalah tidak ada. Mungkin lebih bagus jika penganut teori bumi datar yang meyakini pinggiran bumi adalah dataran es tak terhingga ini mencoba menjelajahi sendiri benua Antartica.

Teori mengenai adanya Terra Australis Incognita juga dikemukakan oleh Alexander Dalrymple. Sebelumnya teori tentang adanya pinggiran bumi berupa daratan Es tak terbatas ini tercantum dalam peta Abraham Ortelius tahun 1570 yang disebu dengan Terra Australis Nondum Cognita (Daratan Paling Selatan Yang Belum Diketahui). Sebelum itu Laksamana Piri Rei dari Turki Utsmani telah membuat peta detil benua Antartica pada tahun 1513.

Penganut bumi datar mengatakan bahwa dalam buku laporan James Cook dikatakan telah mengelilingi Antartika sejauh 60.000 km selama 2 tahun. Ini adalah 3,5 kali keliling bumi. Berarti James Cook sebenarnya mengelilingi pinggiran seluruh lempengan bumi seperti pinggiran piring atau baki.Perjalanan Cook ini membuktikan teori bahwa tepian bumi dikelilingi Tembok Es raksasa luasnya tak terhingga.

Jelas ini adalah kebohongan atau kegilaan. Catatan mana yang menyatakan James Cook menempuh 60.000 km ? Zaman sekarang pesawat sudah bisa terbang ke Antartika bahkan 500 orang lebih sudah mendaki gunung tertinggi di Antartika. Dan tidak ada laporan bahwa itu adalah dinding Es Raksasa dengan luas tak terbatas.

Ekspedisi Manusia Mengeilingi Bumi

Lebih afdhol memang jika Anda mencobanya sendiri bepergian atau terbang teruuuss ke satu arah terserah. entah itu ke Utara, Selatan, Timur atau Barat Buktikan apa yang akan terjadi? Apakah suatu ketika menabrak dinding es? Atau suatu ketika lepas ke angkasa?

Para ilmuwan dan penjelajah sejak ribuan tahun lalu memiliki rasa penasaran yang sama dengan Anda. Namun selama ribuan tahun pula tidak ada yang berani nekat menjelajahi lautan sampai ke ujung karena diliputi oleh keyakinan dan mitos mengenai hal mengerikan yang akan dijumpai di ujung dunia itu.

Berbagai cerita dan teori dikemukakan orang mengenai seperti apa pinggiran bumi itu. Ada yang bilang di sana bakal ketemu monster raksasa. Ada yang bilang di sana akan jatuh ke jurang amat dalam tak berkesudahan. Ada juga yang bilang di sana akan tersedot ke lubang tak berhingga.

Lasamana Piri Rei adalah penjelajah Kekhalifahan Ottoman yang pertama kali menjelajahi mengelilingi bumi pada taun 1513. Dari perjaanan mengelilingi bumi itu ia membuat peta dunia yang dikenal dengan peta Piri Rei. Peta ini kelak menjadi patokan bagi penjelajah Eropa dalam menemukan benua-benua.

Ketika terjadi Perang Salib antara Peradaban Islam dengan Peradaban Eropa (utamanya karena memperebutkan kota suci Yerusalem) timbul pertukaran pengetahuan. Pelaut Islam yang saat itu telah memiliki peta dunia Piri Rei dan juga alat navigasi seperti kompas, Astrolobe, dan teleskop, mempengaruhi kemajuan iptek di Eropa.

Ferdinand Magellan adalah penjelajah Portugis yang mencoba mengelilingi dunia. Dari Portugis ia berlayar mengarungi Samudera Atlantis ke arah Selatan, sampai di Patagonia lalu ia ke Barat mengarungi Samudera Pasific. Ia berangkat tahun 1480 dan mencapai Maluku pada 1521 (41 tahun). Rencananya ia akan pulang ke Portugis melalui Samudera Hindia. Namun ia keburu tewas dalam pertempuran Mactan dengan penduduk lokal di Kepulauan Philipina. Magellan sengaja merencanakan rute perjalanannya ke Barat sampai ketemu Maluku untuk mencari rempah-rempah. Lalu ia berencana pulang ke Portugis menempuh Samudera Hindia, tentu dengan terlebih dahulu tahu bahwa bumi ini bulat.

Coba Anda bayangkan, jika bumi itu datar, bagaimana mungkin Magellan berlayar dari Portugis ke Arah Barat kemudian tembus ke Pulau Maluku dan Philipina? Bukankah Maluku dan Philipina itu di sebelah Timur Indonesia dan sebelah Timur Eropa? Jadi Maluku itu Timur atau Barat?

Jika bumi itu bulat, maka Timur adalah Barat dan Utara adalah Selatan. Tergantung dari arah mana kita melihatnya. Seandainya bumi itu lempengan datar, seharusnya Magellan berangkat dari Portugis ke arah Timur agar bisa ketemu Pulau Maluku. Jika ia ke arah Barat sampai 1 Milyar tahun pun tidak akan ketemu Pulau Maluku.

Disusul kemudian dengan ekspedisi Christopher Colombus. Saat itu ingin mencapai India. Dia tahu bahwa India itu ada di sebelah Timur Eropa. Tapi untuk membuktikan teori bahwa bumi itu bulat, maka ia sengaja menempuh perjalanan ke Barat. Namun Colombus terlalu terburu-buru. Ketika ia menemukan benua Amerika, ia menyangka sudah sampai di India. Maka penduduk asli Amerika dijuluki suku Indian.

Kesimpulannya : cara “bodoh-bodoh-an ” membuktikan bumi ini datar atau bulat adalah dengan melakukan perjalanan. Jika bumi itu datar, jika kita terbang ke Selatan tidak mungkin akan tembus di Utara. Demikian pula tidak mungkin jika melakukan perjalanan ke Barat akan muncul di Timur. Ini adalah pembuktian paling gampang dan cara yang paling sederhana.

Para penganut teori bumi datar mengatakan bahwa kapal laut atau pesawat terbang bisa pergi ke Barat tembus ke Timur karena sebenarnya mereka berjalan berputar seperti lingkaran, namun tetap di atas bidang yang datar. Jawaban ini jelas ngasal dan tidak masuk akal. Lho bagaimana berputar seperti lingkaran, kan dia jalan luruuus terus ke satu arah. Kalau seperti itu berarti dia sedikit demi sedikit belok ke kiri atau ke kanan. Dan jika demikian, tentu orang yang pergi ke Barat, sedikit demi sedikit akan belok ke Selatan dulu atau belok ke kanan bertemu Utara dulu, baru kemudian bertemu Timur.

Pertanyaan masalah tepi bumi adalah persoalan paling fundamental dari teori bumi datar. Demikian pula dengan pengalaman pergi ke Barat tembus ke Timur dan pergi ke Utara tembus ke Selatan, juga bukti paling sederhana bahwa bumi adalah bulat. Adapun argumen bumi datar lainnya yang dikemukakan hanyalah bersifat pengamatan bagian bumi yang parsial yang tidak perlu ditanggapi, seperti naik kapal kelihatan horizon datar, naik pesawat terbang juga kelihatan horizon datar, dll.

BERSAMBUNG..