SHALAT SAMBIL MENGGENDONG BAYI BOLEHKAH?

SHALAT SAMBIL MENGGENDONG BAYI BOLEHKAH?

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Image

Bolehkah shalat sambil menggendong bayi?? Dalam beberapa hadits kita jumpai riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah shalat dengan anak kecil berada di pundaknya dan tetap demikian sambil melanjutkan shalat.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Al Laits telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Maqburi telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Sulaim telah menceritakan kepada kami Abu Qatadah dia berkata; “Nabi s.a.w. keluar menemui kami, sementara Umamah binti Abu Al ‘Ash berada dipundak beliau, kemudian beliau mengerjakan shalat, apabila hendak ruku’ beliau meletakkannya dan apabila bangkit dari ruku beliau pun mengangkatnya kembali.” (H.R. Bukhari No. 5537)

Ketika ruku dan sujud bayi tersebut boleh tetap digendong atau diletakkan dulu di hadapan kita.

Telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari Makhramah bin Bukair dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id al-Aili telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Makhramah dari Bapaknya dari Amru bin Sulaim az-Zuraqi dia berkata, Saya mendengar Abu Qatadah al-Anshari berkata, “Saya melihat Rasulullah s.a.w. mengimami shalat orang-orang, sedangkan Umamah binti Abu al-‘Ash berada di atas pundaknya. Apabila beliau sujud, maka beliau meletakkannya.” (H.R. Muslim No. 846)

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Utsman bin Abi Sulaiman dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair dari ‘Amr bin Sulaim dari Abu Qatadah dia berkata; “Aku melihat Rasulullah s.a.w.  mengimami shalat manusia dengan menggendong Umamah binti Abu Al Ash di pundaknya. Jika ruku’ maka beliau meletakkannya dan ketika selesai dari sujud maka beliau menggendongnya kembali.” (H.R. Nasa’i No. 1190) Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini shahih

Tentu saja ini berarti terpaksa melakukan gerakan-gerakan yang bukan gerakan shalat. Dan hal ini dibolehkan jika memang ada perlunya.

Sebagian orang tentu telah tertanam sejak dulu keyakinan bahwa shalat itu tidak boleh bergerak sama sekali selain dari gerakan shalat. Hal ini secara umum benar. Namun dalam syari’at Islam ada hal-hal yang secara umum adalah tidak dibolehkan, namun dibolehkan jika ada perlunya. Salah satunya adalah mengasuh bayi jika memang tak ada orang lain yang dapat menggantikan mengasuhnya.

Demikianlah dikisahkan dalam banyak hadits di atas, dan kami tambahkan lagi hadits berikut ini :

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Khalaf telah menceritakan kepada kami Abdul A’la telah menceritakan kepada kami Muhammad yakni Ibnu Ishaq dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi dari ‘Amru bin Sulaim Az Zuraqi dari Abu Qatadah salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w., katanya; “Ketika kami menunggu Rasulullah s.a.w.untuk mengerjakan shalat dluhur atau shalat Ashar (berjama’ah), dan Bilal pun telah mengumandangkan iqamah untuk shalat, tiba-tiba beliau muncul menggendong Umamah anak putrinya (Zainab) di tengkuk beliau, kemudian Rasulullah s.a.w.shalat sedangkan kami berada di belakang beliau, sementara Umamah masih dalam posisinya semula.” Abu Qatadah berkata; “Kamudian beliau bertakbir, kami pun bertakbir, sehingga ketika beliau hendak ruku’, beliau mengambil dari tengkuknya dan meletakkannya, lalu beliau ruku’ dan sujud, seusainya sujud dan hendak berdiri, beliau mengambilnya lagi dan meletakkan kembali di posisi semula, Rasulullah s.a.w.melakukan yang demikian itu di setiap raka’atnya hingga selesai dari shalatnya s.a.w.” (H.R.  Abu Daud No. 785)

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Utsman bin Abu Sulaiman dan Ibnu ‘Ajlan dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair dari ‘Amr bin Sulaim dari Abu Qatadah berkata; Aku melihat Rasulullah s.a.w.mengimami orang dan beliau menggendong Umamah binti Abu Al ‘Ash, bila ruku’ beliau meletakkannya dan bila usia sujud beliau mengangkatnya. (H.R. Ahmad No. 21493)

Maka kesimpulannya, shalat sambil menggendong bayi itu dibolehkan. Wallahua’lam.

2 thoughts on “SHALAT SAMBIL MENGGENDONG BAYI BOLEHKAH?

  1. MudPearl says:

    Terima kasih infonya…
    Mantaab sekali….

  2. […] menjadi sebuah kata kunci, karena filosofi dan logika sederhananya yaitu terkait Hadist nabi yang menyebutkan beliau pernah sholat sambil menggendong. Yang namanya menggendong pasti dalam kondisi sadar, kalo gendong sambil melamun pasti yg digendong […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s